Kumparan Logo
syalomita beri bantuan.jpg

Remaja Asal Manado Ini, Gunakan Tabungannya Untuk Bantu Warga Terdampak Corona

Manado Baciritaverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Syalomita Putri saat menyalurkan bantuan bahan pangan yang dibeli menggunakan uang tabungannya
zoom-in-whitePerbesar
Syalomita Putri saat menyalurkan bantuan bahan pangan yang dibeli menggunakan uang tabungannya

KERINGAT tampak membasahi wajah Syalomita Putri, yang mulai terlihat kusam, karena seharian terus terpapar panas matahari. Namun, senyuman tak pernah lepas dari bibir gadis berusia 18 tahun ini. Walaupun tampak jelas raut wajah yang lelah, tapi, hal itu justru tak menyurutkan keinginannya untuk menyalurkan sendiri bantuan bahan pangan kepada masyarakat di Sulawesi Utara, yang perekonomiannya terdampak karena adanya pandemi virus corona.

Bersama dengan ketiga adiknya, Syalomita, rutin membagi-bagikan bantuan kepada masyarakat. Tak sembarang masyarakat, Syalomita memilih yang benar-benar terdampak dan kategori tak mampu. Makanya, tak heran, dirinya harus berjalan kaki dari jalan utama ke rumah-rumah warga yang berada agak jauh dari jalan utama tersebut.

Sembari menenteng sendiri bantuan yang akan diberikan, Syalomita memang ingin berbagi di tengah kegelisahan masyarakat akan virus corona yang hingga saat ini masih terus bertambah kasus pasien yang dinyatakan terpapar corona.

Warga miskin yang penghasilannya terdampak akibat adanya virus corona menjadi sasaran penerima bantuan dari Syalomita Putri

Relakan Tabungan Wisata Untuk Bantu Masyarakat

Tak banyak remaja millenial yang memiliki kepedulian tinggi antar sesama. Namun, gemblengan orang tuanya yang selalu mengajarkan jika membantu orang adalah hal yang utama dalam kehidupan, membuat mahasiswa kedokteran ini tergerak untuk membantu saat Pandemi Corona berlangsung.

Berawal dari bincang-bincangnya dengan ketiga adik-adiknya yang masih duduk di sekolah dasar, Syalomita pun merelakan tabungan yang dipersiapkannya untuk liburan, untuk diambil dan dibelikan bahan pangan yang akan dibagikan kepada masyarakat. Tabungan selama beberapa tahun pun diambilnya dan langsung dibelanjakannya sendiri. Mulai dari pemilihan bahan-bahan yang akan disumbangkan, hingga saat akan belanja bahan tersebut.

Ratusan paket pun disiapkannya. Beras premium, minyak goreng, mi instant, kue kering, susu kaleng, ikan kaleng, teh, tepung, bihun dan kopi menjadi bahan pangan yang disediakan oleh Syalomita dan adik-adiknya.

Bahan pangan ini kemudian disalurkannya sendiri, sebagaimana hasil konsultasinya dengan keluarganya. Menurut ayah dan ibunya, alangkah lebih baik dilakukan penyaluran sendiri, agar bisa lebih tahu siapa yang akan dibantu, serta tidak merepotkan orang lain.

Syalomita Putri membawa langsung bahan pangan yang disumbangkannya kepada masyarakat

Usai konsultasi dengan orang tua, Syalomita dan adik-adiknya tak langsung menyalurkan bantuan yang sudah mereka persiapkan. Mereka terlebih dahulu memulai mencari tahu daerah-daerah yang banyak warga kurang mampu dan benar-benar terdampak karena corona ini.

Sejumlah daerah terpencil di beberapa Kabupaten dan Kota di Sulawesi Utara pun masuk dalam radar mereka. Tak hanya di Kota Manado, beberapa wilayah seperti Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan dan lainnya masuk dalam sasaran pembagian bantuan.

Tak hanya untuk keluarga tak mampu, aksi bagi-bagi kebutuhan pokok dan masker juga dilaksanakan oleh Syalomita dan adik-adiknya di Klinik Anak Estella di RS Kandouw Malalayang.

Tak mau merepotkan orang lain, Syalomita pun akhirnya memilih untuk menyalurkan bantuan itu sendiri. Beberapa wilayah yang disusurnya adalah perbatasan antara Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara dan juga menyasar tukang angkut sampah di TPA, Kairagi Weru, Liwas, Sumompo dan Buha.

Tak hanya itu, Kabupaten Minahasa Selatan pun juga disusur oleh Syalomita. Beban per paket yang diperkirakan mencapai delapan kilogram ini, juga diantar sendiri dari rumah ke rumah oleh Syalomita. Tidak tampak ada keluh kesah yang hadir di wajah remaja putri berusia 18 tahun tersebut.

Sementara, tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan virus corona ini, juga tak dilupakan oleh Syalomita. Dirinya juga memberikan bantuan untuk para tenaga medis yang telah bekerja keras untuk merawat pasien yang memiliki riwayat corona atau yang telah positif terpapar corona.

Syalomita Putri

Menurut Syalomita, aksi yang dilakukannya tidaklah seberapa karena hanya dalam bentuk bantuan kecil. Menurutnya, berbagi kasih dengan sesama yang terkena musibah sudah diajarkan sejak kecil oleh orang tua dan juga perintah dari agama.

"Ada perasaan senang saat kita bisa berbagi untuk sesama yang benar-benar membutuhkan. Memang ini tidak seberapa, tapi ini ikhlas dari saya dan semoga bantuannya bisa bermanfaat," tutur Syalomita.

Sementara, Wi Wanto, salah satu warga yang mendapatkan bantuan dari Syalomita, mengaku begitu terharu melihat ada seorang remaja putri yang mau membantu kesusahan dirinya. Menurut Wi, kondisi keluarganya yang memang lagi dilanda duka karena baru ditinggal suami, sangat terbantu dengan adanya bantuan terebut.

"Terus terang kami memang sangat membutuhkan bantuan ini. Ayah anak anak, baru saja meninggal bulan lalu. Saya tentu senang, apalagi ini diberikan oleh orang yang tidak saya kenal tapi punya kepedulian tinggi," ujar Wi warga di perbatasan Minahasa Utara.

manadobacirita