kumparan
21 Oktober 2019 10:49

Terkendala Biaya, Lulusan SMK Enggan Ikut Sertifikasi SKKNI

Siswa SMK
Sertifikat Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk lulusan SMK sangat dibutuhkan untuk para lulusan tersebut mendapatkan pekerjaan. Sejumlah perusahaan mewajibkan para lulusan SMK memiliki SKKNI sebelum diterima kerja. Termasuk di Sulawesi Utara, sebagai modal untuk bersaing dengan tenaga luar.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, dengan biaya yang cukup mahal untuk ukuran lulusan SMK, yakni Rp700ribu per sertifikat, banyak yang akhirnya mengurungkan niatan mereka untuk memperoleh sertifikat yang biasanya digunakan untuk bekerja di bidang informasi dan teknologi ini.
Ketua Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Komunikasi dan Informasi Manado, Christiany Juditha membenarkan adanya minat yang kurang dari para lulusan SMK mendapatkan sertifikasi SKKNI tersebut.
Ketua Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Komunikasi dan Informasi Manado, Christiany Juditha
Menurut Juditha, sebenarnya sertifikat ini sangat penting, mengingat rata-rata perusahaan saat ini selalu menanyakannya. Apalagi, sertifikat SKKNI ini diberikan setelah melakukan pengujian kepada angkatan kerja, apakah benar-benar berkompeten di bidangnya.
"Jadi perusahaan merasa yakin dengan tenaga kerja yang akan direkrut, karena sudah ada sertifikat yang teruji. Kenapa kurang minat, ya mungkin kesadaran saja yang belum muncul jika itu akan membantu mereka mencari pekerjaan," kata Juditha.
ADVERTISEMENT
Lanjut menurutnya, dalam SKKNI ini, para lulusan SMK apabila bersyarat, akan mendapat pengakuan dari pihak berwenang terhadap kemampuan, keahlian, dan keterampilan yang dimiliki.
"Untuk tahun ini di Sulut, pihak kami menargetkan 300 SKKNI diterbitkan sesuai dengan bantuan dari Pemerintah," kata Juditha.
Juditha bilang, jumlah itu akan disasar di 8 Kabupaten dan Kota dan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.
"Karena bantuan diberikan bertahap ya kami harus sesuaikan. Sasaran utama tetap angkatan kerja lulusan SMK," ujar Juditha kembali.
SS/manadobacirita
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan