kumparan
search-gray
News5 Januari 2020 11:06

Warga Minsel Minta Perhatian Bupati Tetty Paruntu Terkait Jalan Rusak

Konten Redaksi Manado Bacirita
jalan rusak toyopon raanan baru minahasa selatan.png
Pengemudi motor harus ekstra hati-hati saat melintas di dua kilometer jalan penghubung anatara Desa Raanan Baru dan Desa Toyopon di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara
Sepanjang dua kilometer, para pengendara sepeda motor harus mampu menyeimbangkan posisi agar tidak jatuh. Kondisi jalan berbatu dan hanya beralaskan tanah, membuat pengendara yang lewat di ruas jalan tersebut, harus punya kemampuan berkendara yang baik. Ya, kalau tidak mumpuni, terjatuh pasti.
ADVERTISEMENT
Inilah kondisi yang terjadi di ruas jalan penghubung antara Desa Raanan Baru ke Desa Toyopon, Kecamatan Motoling Barat, Kabupaten Minahasa Selata, Sulawesi Utara. Selama bertahun-tahun, jalan tersebut memang tak kunjung diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yang dipimpin Bupati Christania Eugenia Paruntu tersebut.
"Sudah banyak yang jatuh di jalan tersebut. Motor pun mudah rusak karena bebatuan di jalan itu. Tapi, mau bagaimana lagi, ini adalah jalan penghubung," tutur Febrian, salah satu warga asal Toyopon.
jalan rusak toyopon raanan baru minahasa selatan1.png
Banyak pengendara motor yang mengalami kecelakaan saat melintas di jalan tersebut. Sayangnya, ini adalah ruas jalan penghubung paling cepat untuk ke daerah-daerah di Kabupaten Minahasa Selatan
Sebenarnya menurut Febrian, ada jalan lainnya yang juga bisa digunakan, tetapi jaraknya cukup jauh, sehingga kebanyakan masyarakat lebih memilih jalan yang hanya beralaskan bebatuan tersebut.
Febrian bilang, sebenarnya di tahun 2019 ini ada pekerjaan proyek jalan di daerah tersebut oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. Namun, yang dilakukan pengaspalan justru jalan yang memang sudah ada aspal, buan di jalan berbatu tersebut.
ADVERTISEMENT
"Ya kami tak bisa membantah pemerintah karena mereka yang bikin proyek. Tapi, kami sesalkan, kenapa jalanan yang sudah baik yang kembali di aspal, sementara jalan yang benar-benar rusak tidak diaspal. Itu saja," kata Febrian kembali.
Sementara, Rivai Rompas, tokoh pemuda Sulawesi Utara yang berasal dari Desa Toyopon, berharap pemerintah bisa melakukan pengaspalan untuk ruas jalan dua kilometer yang masih berbatu tersebut.
"Terima kasih untuk pemerintah yang mau melakukan pengaspalan di jalanan menuju Toyopon. Tapi, kalau bisa harus cermat agar penempatan proyek benar-benar di lokasi yang belum di aspal. Mudah-mudahan di tahun 2020 ini, jalanan itu bisa sudah diaspal," kata Rompas, Minggu (5/1).
febry kodongan
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white