News
·
23 Februari 2018 18:02

TNI Tanggapi Dugaan Oknum Babinsa di Kasus Hoaks Penculikan Ulama

Konten ini diproduksi oleh kumparan
TNI Tanggapi Dugaan Oknum Babinsa di Kasus Hoaks Penculikan Ulama (669503)
Ilustrasi kekerasan. (Foto: Pixabay)
Kabar hohong atau hoaks penculikan ulama yang ramai di media sosial, diduga dilakukan oleh oknum militer dari unsur Bintara Pembina Desa (Babinsa). Oknum itu diduga memerintahkan anak buahnya, untuk menyebar kabar penculikan seorang ulama di Garut, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
Menanggapi kabar tersebut, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), Brigjen TNI Alfred Denny Tuejeh, belum bisa memastikan. Dia mengaku masih berkoordinasi dengan Polri.
"Saya sudah menghubungi Kadivhumas Polri dan sampai saat ini saya belum mendapatkan konfirmasi pasti keterlibatan Babinsa, karena masih didalami lagi," ujar Denny saat dikonfirmasi kumparan, Jumat (23/2).
Namun, Denny menegaskan, jika nantinya memang benar terdapat keterlibatan oknum TNI AD, pihaknya akan segera memproses kasus tersebut. "Saya masih menunggu informasi lebih lanjut," ujar dia.
Sejauh ini, tindak kekerasan ulama di Jawa Barat hanya terjadi dua kali. Yaitu, penyerangan terhadap Kiai Emon Umar Basri dan Komandan Brigade Persis, H.R. Prawoto. Akibat insiden itu, nyawa Prawoto tak tertolong.
Peristiwa serupa juga terjadi di Karangasem, Lamongan, Jawa Timur. Seorang ulama bernama Kiai Hakam Mubarok diserang setelah menegur seorang pria saat hendak melaksanakan salat zuhur. Untuk sementara, polisi menyimpulkan penyerangan ketiga ulama itu dilakukan oleh pria pengidap gangguan jiwa.
ADVERTISEMENT