• 3

USER STORY

cerita sedikit soal sosial media

cerita sedikit soal sosial media


namanya ratna, temen deket saya sewaktu kuliah, akhirnya kita bertemu untuk makan siang bersama di salah satu mall di jakarta,
waktu itu, dia menangis sejadi - jadinya dihadapan saya, bercerita tentang
suaminya yang sedang" main belakang" bersama teman kantornya,
bilangnya sibuk acara kantor keluar kota
"padahal dia salih dan rajin salat loh ra"
" padahal dulu dia ga begitu"
" padahal ....

ratna juga ingin cerai tapi umur pernikahan yg baru menginjak 2 tahun dan baru dikarunia seorang anak yang lucu, ditambah mertuanya yang baik sekali, membuat ratna berfikir 2 kali untuk menggugat cerai suaminya.

.....

padahal,
2 hari sebelum saya bertemu, saya melihat facebook dia yang sedang aktif memposting anaknya sedang bermain dengan suaminya, atau juga dinner bersama keluarga besar,
dengan caption "semoga kita selalu bahagia seperti ini ya"

lumayan miris saat itu melihatnya, karna kondisi saya yang lajang, hidup di kota besar sendirian dan jauh dari keluarga.

pengaruh sosial media, membuat saya berasumsi atas hidup orang lain.

...

sosial media mungkin mengisi setidaknya 70 % dari keseharian kegiatan kita, sosial media apapun, sebut saja facebook, path, instagram. atau bahkan 1 orang setidaknya memiliki 3-5 aplikasi sosial media dalam handphone nya.

ga heran pastinya, kalau dijalan , dikantor atau dimanapun kita berada rata- rata orang disekeliling kita terlihat sibuk menunduk dan memainkan hp nya, dengan berbagai macam kebutuhan, mungkin butuh hiburan, informasi, kerjaan, atau apapun.
apapun itu, concern nya memang bukan bicara salah atau benar, tapi kebijakan masing- masing orang untuk menggunakannya.

yang begitu mengganggu adalah, ketika social media telah dianggap sebagai cerminan nyata hidup seseorang, maksudnya gimana tuh?
ya maksudnya seseorang yg melihat social media orang lain bisa langsung mengambil kesimpulan bahwa dia telah melihat keseluruhan penggambaran hidup orang tersebut.

misal, saya melihat instagram Artis A, si Artis A jalan-jalan mewah keliling eropa, foto dengan fashion OOTD baju 30 juta dan tas 200 juta, juga sepatu harga 1 M. tidur di hotel bintang 12 dan mobil yang dipenuhi wine dari berlian dan mobil super mahal yang bisa terbang.(misal)

dari situ saya akan berasumsi dan saya yakin semua orang yang terus mengkonsumsi social media juga merasakan hal yang sama, dan langsung mengambil kesimpulan yaitu "jadi artis A enak banget ya, hidupnya enak, and everthing.. everything..."

mungkin kalau artis terlalu jauh, enaknya ngobrolin temen kita sendiri yang memang pengguna aktif sosial media.
kita lihat semua postingan photo nya dia di halaman sosmed nya , dia akhirnya menikah, anaknya lahir, anaknya lucu, suaminya ganteng + kaya, sedang dinner bersama keluarga besar, dimana setiap postingannya selalu menampilkan kebahagiaan hidupnya, bahkan mendekati kesempurnaan hidupnya.

nah itu, kecenderungan pemakai social media saat ini, kita , mungkin saya juga termasuk , memiliki pola untuk selalu memposting / memberitahu hal hal terbaik yang kita alami / kita punya saja.
dan itu yang kebanyakan orang lain LUPA / bahkan tidak pernah di fikirin.

sehingga, kebahagiaan kita saat ini , telah berbatas oleh apa yang ingin di lihat oleh orang lain.
miris ya,
dan itu terjadi.

yang tidak pernah di publish oleh setiap mereka yang terlihat sempurna hidupnya itu, adalah masalah besarnya/ ketidaknyamanan orang- orang disekelilingnya, yg bahkan bisa jadi lebih menderita dari hidup kita yang biasa saja seperti ini. kita bener- bener ga pernah tau.




hal paling simple, soal makan/ kulineran. ketika saya mengajak teman - teman makan siang disela sela kerja, ada sebagian dr yang lain memutuskan mencari makan di ujung PIK sana padahal kantor saya dulu di kebon jeruk, dengan alasan .. bukan karna makanan yang enak atau ramai, tapi katanya "supaya nanti pas di foto nya keliatan fancy di path"

begitulah sosial media mempengaruhi hal vital dalam diri seseorang, yaitu cara berfikirnya.

mungkin cerita singkat ini bisa jadi tambahan pembelajaran, atau reminder buat sy pribadi, bahwa apa yang sebenernya terlihat di sosial media belum tentu apa yang sebenarnya terjadi.
maka, selagi masih sehat, diberikan pekerjaan yang baik, semua itu adl acuan untuk tidak lupa bersyukur atas nikmat hidup sampai hari ini.
#janganlupabahagia

cerita sedikit soal sosial media


HiburanLove & RelationshipMedia SosialSosial Media

500

Baca Lainnya