Evolusi Desa Mandiri

Bukan arsitek bahasa, tidak pemuja kata, bergumul dalam kerumunan aksara
Konten dari Pengguna
14 Januari 2022 11:04
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Marjono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Evolusi Desa Mandiri (132293)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Orang Desa Foto: sasint
Segala daya upaya pembangunan salah satu konsentrasinya adalah mengaktualisaikan desa mandiri. Desa mandiri merupakan perwujudan desa ideal, dengan masyarakat yang tangguh dan mampu mengelola serta mengontrol sumber daya yang ada beserta seluruh potensinya dengan prinsip keadilan, kelestarian lingkungan, serta kesetaraan gender.
ADVERTISEMENT
Kemandirian desa tidak bisa hanya dilihat dari sisi besarnya APBDesa, tetapi yang terpenting kualitas program/kegiatan yang dapat langsung diterima manfaatnya bagi masyarakat desa. Pengelolaan Dana Desa yang dikucurkan sejak tahun 2015 hingga 2021 tak kurang mencapai Rp 400 triliun dan sudah selayaknya selalu melibatkan seluruh komponen masyarakat dan dapat dirasakan hasilnya bagi masyarakat desa. Keterlibatan masyarakat desa dalam semua tahapan pembangunan desa menjadi sangat penting.
Kemandirian tersebut tidak akan menjelma apabila tidak ada komitmen masyarakat desa, pemerintah desa serta antar desa. Desa akan sulit mandiri apabila hanya bejalan sendirian sehingga kerja sama antar desa sangat diperlukan untuk mewujudkan Desa yang mandiri.
Kerja sama desa dapat untuk saling mengisi dan mengatasi kelemahan yang dimiliki oleh desa lain. Gotong royong antar desa menjadi gerakan untuk memperkuat desa. Dana Desa jangan sampai menumbuhkan egoisme desa, tetapi mulai dipikirkan untuk membangun kebersamaan antar desa. Perlu digarisbawahi dana desa bukan dana sapujagat yang mampu menyelesaikan permasalahan secara instan.
ADVERTISEMENT
Pada dasarnya konsep desa mandiri ini ingin mengembalikan fungsi desa sebagai pelembagaan masyarakat sipil. Desa berposisi menjadi aktor pembangunan. Dalam hal ini pemerintah desa dan masyarakat desa mampu menciptakan kolaborasi kerja yang baik, dalam mengenali desa sendiri atau membuat potret situasi dan kondisi desa; mengindentifikasi masalah yang ada; mengenali potensi dan mampu menjawab permasalahan-permasalahan yang ada di desa; serta membuat perencanaan berbasis potensi local, sehingga lebih riang dan berani (genial) menentukan nasib dan masa depannya.
Sejatinya ada formula penunjang untuk mempercepat kemajuan desa. Yakni kerja sama pentahelix yang melibatkan pemerintah, perguruan tiggi, dunia swasta maupun media. Kita ingin, perguruan tinggi bisa masuk dan meniupkan sebuah teknologi. Selain itu, mahasiswa hendaknya ikut mengembangkan berbagai potensi desa melalui kegiatan KKN atau kegiatan pengabdian masyarakat lainnya.
ADVERTISEMENT
Kita pun cukup optimis, kalau semua potensi desa dapat dikelola dengan baik, pasti sebuah desa dapat semakin maju dan mandiri. Untuk BUMDesa, maka para pelaku usaha besar bisa masuk memberikan pendampingan pada pengelolaan manajemen usaha, fasilitasi permodalan maupun pemasaran.
Desa level mandiri, ketika desa mampu menjaga suasana damai, dengan mengantisipasi penyebaran ideologi radikal, dan mencegah konflik pada komunitas akar rumput. Kita bisa lihat, beberapa puluh desa telah melakukan deklarasi desa damai, seperti yang digagas dan dieksekusi Wahid Foundation.
Sebagai bagian langkah untuk mewujudkan kedamaian di desa, mencegah terjadinya konflik di masyarakat dengan mengembangkan sikap toleransi untuk meminimalisir paham ekstremisme dan radikalisme melalui kegiatan pemberdayaan perempuan. Inilah penguatan point peran perempuan dalam membangun desa yang damai dan sejahtera.
ADVERTISEMENT
Itulah kemudian, penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan terhadap aksi-aksi radikalisme dan terorisme di sekitar kita. Terlebih tindakan biadab yang menjadi musuh bagi kemanusiaan itu telah merambah ke berbagai wilayah bahkan hingga ke desa maupun lembaga pendidikan. Tahun lalu, tak sedikit terduga teroris ditangkap aparat. Maka, kita harus peduli dan waspada dengan lingkungan sekitar, karena bisa jadi para pelaku tindakan radikal maupun terorisme ini adalah orang yang dikenal baik di masyarakat. Perlu dipahami, bahwa penyebaran paham radikal dan terorisme tidak hanya menyasar kaum laki-laki dan generasi muda, tetapi juga menjadikan kaum perempuan dan anak-anak sasaran propaganda mereka.
Evolusi
Desa mandiri sebagiannya lagi ditandai dengan mewujudnya digitalisasi desa yang melibatkan teknologi baik dalam kegiatan pemerintahan maupun pengembangan ekonomi masyarakat. Dengan digitalisasi, pelayanan publik, potensi desa, dan data-data mengenai desa dapat diakses oleh masyarakat melalui aplikasi. Masyarakat juga dapat berperan aktif terkait pengawasan jalannya pemerintahan desa.
ADVERTISEMENT
Untuk menjawab kebutuhan masyarakat ini, maka tak kurang baik memasok pelatihan IT dan kewirausahaan maupun bisnis on line. Bagimana pertanian dan potensi wisata di desa dapat mendatangkan nilai ekonomi yang cukup signifikan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dan desa. Yang perlu ditindaklanjuti, harus ada literasi digital kepada warga desa agar bisa memanfaatkan fasilitas dunia virtual secara optimal.
Yang sudah jago, bisa menularkan ke-mampuannya (getok tular) mengedukasi warga desa yang lain agar melek IT, berkemampuan bisnis dan cakap mengelola potensi desa sekaligus punya kepercayaan diri yang hebat dalam menetukan nasib dan masa depannya. Harapannya, banyak lahir kreasi dan inovasi dari desa.
Satu hal lagi, desa mandiri nampaknya juga berelasi dengan makin sedikitnya limbah. Misalnya, sampah atu limbah lain bid akita bangun semacam rumah Kompos yang bisa kita integrasikan dengan budidaya pertanian yang dilakukan oleh BUMDES.
ADVERTISEMENT
Bahan bakunya adalah sampah rumah tangga yang diambil oleh BUMDES dari rumah-rumah warga yang kemudian dipilah dan diolah di rumah kompos. Hasil pengolahannya digunakan untuk mencukupi kebutuhan pupuk BUMDES. Best practice di dalamnya adalah BUMDes Jabung Klaten, yang telah panen perdana budidaya hortikultura berlahan seluas 4 hektare. 1,5 hektare ditanami rumput Pakchong 1,2 hektare untuk budidaya hortikultura (Cabe 12.000 batang.
Selain itu, ada komoditas terong 1.000 batang, pepaya 800 batang); dan 2.000 m2 untuk demplot pertanian. Dan mulai September 2022, akan mengelola lahan tebu seluas 40 hektare. Ini luar biasa, karena melibatkan semua komponen masyarakat.
Intinya, semua potensi desa diberdayakan secara optimal dengan menggandeng pihak-pihak terkait, guna berevolusi mewujudkan desa mandiri.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020