Pencarian populer

Melihat Generasi Milenial Berinvestasi

Ilustrasi investasi (Foto: Stevepb via Pixabay)

Generasi milenial semakin santer terdengar akhir-akhir ini. Mereka adalah generasi yang lahir dari tahun 1980 hingga 2000an. Dari sisi kinerja dan prestasi, generasi ini mulai menunjukkan kontribusinya bagi ekonomi bangsa.

Usia yang muda, produktif, dan memiliki semangat mempelajari sesuatu, tak jarang membuat mereka berhasil dalam pekerjaan. Namun sayangnya, hal ini tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan yang baik. Beberapa kaum milenial bahkan mengalami kondisi hampir bangkrut di masa muda. Padahal masa pensiun masih jauh di depan mata.

Mengatasi masalah ini, tidak ada salahnya para milenial mencoba untuk memulai investasi. Selain mampu mengontrol keuangan, juga dapat menyelamatkan para milenial dari kemiskinan dini.

com-Kesaing Milenial Lain (Foto: Thinkstock)

Hal tersebut dikatakan oleh Paramita Sari, Kepala Unit Proyek Khusus Pengembangan Investor Bursa Efek Indonesia (BEI) saat berbincang dengan kumparan (kumparan.com), Jumat (17/11) sore.

"Kaum milenial ini kan kaum yang masih muda banget ya. Mereka itu sedang masa aktif-aktifnya melakukan sesuatu. Nah, justru sedini mungkin mereka harus memikirkan untuk berinvestasi, karena prinsip investasi itu kan lebih dini dilakukan, akan lebih baik," katanya.

Paramita menambahkan, jenis investasi yang paling mudah dilakukan oleh kalangan milenial adalah dengan berinvestasi saham. Dalam hal ini, selain alasan kemudahan, prestise juga turut ambil bagian di dalamnya.

"Kadang anak-anak muda ini punya suatu kebanggaan tersendiri saat memegang saham perusahaan A, misalnya," ujar Paramita.

Menurutnya, investasi saham saat ini sangat sesuai bagi para milenial karena aksesnya yang mudah. Semua proses investasi saham sudah bisa dilakukan secara online dan dimulai dengan harga yang relatif terjangkau.

Com-Investasi di Asuransi (Foto: Thinkstocks)

Tabungan saham misalnya. Kaum muda dapat berinvestasi saham hanya dengan nominal Rp 100.000 saja. Keuntungan yang diperoleh juga bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta bila mereka aktif dalam proses jual-beli saham.

"Karakter anak muda itu ingin semua serba mudah dan murah, tidak mau ambil risiko besar, tetapi mau hasil yang besar secara instan. Nah, nabung saham sekarang kan sudah bisa dimulai sejak dini dengan nominal yang cukup terjangkau," katanya.

Paramita menambahkan, saat ini pertumbuhan kaum milenial dalam bertransaksi saham meningkat. Kaum milenial cenderung aktif menjadi trader dan memantau pergerakan saham yang ia miliki.

Karenanya, berinvestasi sejak dini memang penting dilakukan oleh para milenial. Investasi juga akan memberikan hasil terbaik apabila dilakukan dalam jangka panjang.

Artinya bahwa, kalangan milenial memang memiliki waktu yang paling baik untuk memulai investasi dibanding generasi lainnya. Keinginan gaya hidup pasti selalu ada, tetapi alokasikan sebagian penghasilan tentu penting untuk masa depan yang lebih baik.

Bagaimanapun, setiap orang ingin tetap hidup nyaman, bukan?

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63