Pencarian populer

Memahami Selera Musik Generasi Milenial

Ilustrasi mendengarkan musik (Foto: gbtimes.com)

Sejak zaman dahulu musik sudah menjadi bagian yang tak terlepaskan dari kehidupan manusia, entah untuk penyemangat, ataupun pencair suasana dari kegiatan formal dan non formal. Hal tersebut juga berlaku bagi generasi milenial.

Menurut laporan Nielsen.com, bertambahnya populasi generasi milenial di Amerika Serikat (AS) yang naik sekitar 24 persen ternyata memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri musik. Generasi ini terdiri dari berbagai macam ras dan etnik seperti Afrika-Amerika, Asia-Amerika, dan Hispanik.

Centre For Strategic And Internal Studies (CSIS) juga melaporkan bahwa kegiatan yang paling disukai oleh generasi milenial adalah mendengarkan musik. Sementara menurut laporan "Listen Up: Music & the Multicultural Consumer", generasi milenial tertarik untuk menghadiri konser dan festival musik, masing-masing dari mereka bahkan rela menghabiskan 50 dolar AS untuk musik setiap tahunnya.

Ilustrasi mendengarkan musik. (Foto: Pixabay)

Lalu selera musik apa yang disukai oleh generasi milenial? Pengamat musik Adib Hidayat mengatakan, perkembanganan musik yang semakin berkembang pesat membuat generasi milenial lebih cenderung menyukai genre musik pop.

“Salah satu gambaran paling mudah melihat anak zaman sekarang menyukai musik apa itu bisa dilihat dari layanan streaming. Kalau dilihat, musik apapun jika genrenya berbau pop pasti banyak didengar,” ujar Adib kepada kumparan (kumparan.com), Senin (20/11).

Menurut alumnus Universitas Padjajaran ini, kebanyakan dari generasi milenial memandang musisi idola sebagai sosok yang dapat mewujudkan pengalaman pribadinya, terutama musisi yang mampu menyuarakan kegelisahan mereka. Salah satunya yang digemari adalah musik pop bercampur rock ataupun pop bercampur hip-hop, dan yang terpenting makna dari lagu tersebut sampai kepada pendengarnya.

Ilustrasi penggemar musik K-Pop. (Foto: Unsplash/Pixabay)

Selain itu, generasi milenial juga lebih tertarik mendengarkan musik-musik yang memiliki suasana kegembiraan, positif, dan bersemangat, dibandingkan musik-musik yang kelam dan berbicara tentang kematian.

“Anak-anak sekarang kurang berminat sama yang membawa energi negatif, lari dari hal yang negatif. Mereka maunya menari, menikmati hidup dengan musik yang membuat hatinya senang,” ujar Adib, (20/11/2017).

Adib menambahkan saat ini generasi milenial semakin mudah untuk mendapatkan musik yang sesuai dengan mood mereka dengan membuat playlist dari aplikasi streaming seperti apple music, joox, spotify.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60