kumparan
KONTEN PENGGUNA
17 Januari 2020 11:30

Lingsir Wengi Tembang 2: Habisi Ngartasih (Part 11)

lingsirwengitembang2 habisi ngartasih.jpg
Habisi Ngartasih. Foto: Argy Pradypta/kumparan
Berbondong-bondong warga Balangandang mengepung rumah Ki Bamantara. Mereka siap mati demi membunuh lelaki sakti itu. Obor-obor diacungkan ke atas, diiringi sumpah serapah yang mereka lontarkan untuk Ki Bamantara. Warga menyemut mengelilingi rumah sehingga tidak ada celah bagi Ki Bamantara untuk kabur. Tiga orang dari mereka membawa jerigen berisi minyak tanah untuk membakar rumahnya.
ADVERTISEMENT
“Keluar kau Bamantara!” seru seorang warga.
“Iya, atau kami BAKAR RUMAHMU!” sambut warga lainnya.
Sementara itu, Ki Bamantara sedang bertapa di kamarnya. Ia sudah menyuruh Ngartasih untuk pergi ke hutan sebelum warga datang. Dengan tenang Ki Bamantara duduk sila. Kedua tangannya bersedekap di perut, matanya terpejam, bibirnya diam dan tenang. Ia bertelanjang badan, hanya menggunakan celana panjang berwarna hitam.
Sementara di luar rumah, warga saling dorong mendorong, saling suruh untuk masuk ke rumah Ki Bamantara. Tidak dapat dipungkiri, rasa takut masih ada di hati mereka. Akhirnya lima orang memberanikan masuk ke dalam rumah Ki Bamantara. Selang beberapa menit, dari mulut pintu rumah itu terpental potongan-potongan tubuh manusia yang tidak lain adalah tubuh dari warga yang masuk barusan. Mereka terkejut melihat kejadian itu, darah tercecer di mana-mana, tubuh manusia terserak tak karuan di atas tanah. Hal itu membuat warga ketakutan.
ADVERTISEMENT
“Ayo kita serbu saja!” Ajak salah seorang warga mencoba untuk menyemangati.
“Semuanya! Jangan takut! Ini demi anak-anak kita tercinta. Serbu!”
Mereka mendesak masuk ke dalam rumah Ki Bamantara. Di sana ada lima ekor macan gaib yang siap mencabik-cabik tubuh manusia. Tiga puluh orang mati, potongan tubuhnya tercecer. Salah satu dari mereka berhasil meraih Ki Bamantara dari semedinya dan macan itu hilang. Ki Bamantara diseret paksa dari luar rumah. Mereka mengikatkan rantai pada lengan dan kakinya, sementara lehernya diikat sebuah tali seperti mengikat kerbau.
Mereka menaburkan minyak tanah ke seluruh ruangan rumah Ki Bamantara dan membakar rumah itu. Api seketika berkobar menyinari Desa Balangandang. Asap membubung, anjing-anjing menguik ketakukan, rumah Ki Bamantara perlahan ambruk dimakan api.
ADVERTISEMENT
“Kejar Ngartasih dan habisi dia!” Pinta salah seorang warga.
“Dia pasti lari ke hutan. Kita kepung ramai-ramai!”
Malam itu juga, warga berhamburan masuk ke hutan sambil membawa obor dan benda tajam, sementara Ki Bamantara dirantai pada tiang besar. Mereka akan membunuh pasangan suami istri biadab yang membuat anak-anak mereka hilang. Sumpah serapah dilontarkan warga pada Ki Bamantara, puluhan ludah meluncur ke wajahnya, namun lelaki sakti itu tetap tertunduk sambil memejamkan matanya; tidak tidur, ia hanya mencoba untuk tenang.
Nantikan cerita Lingsir Wengi Tembang 2 selanjutnya. Agar tidak ketinggalan, klik subscribe di bawah ini:
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan