kumparan
KONTEN PENGGUNA
16 Januari 2020 12:40

Lingsir Wengi Tembang 2: Kesaktian Ki Bamantara (Part 9)

lingsirwengitembang2 ki bamantara.jpg
Kesaktian Ki Bamantara. Foto: Argy Pradypta/kumparan
Teja terpental ke dinding. Tubuhnya seketika lemas. Ia ketakutan melihat Ki Bamantara berdiri di hadapannya. Lengan Ki Bamantara terangkat, kemudian menjentikkan jari telunjuknya ke kepala Teja. Seketika sosok kuyang keluar dari dalam mulut Teja. Kuyang itu terlihat melotot kesakitan lalu hancur berkeping-keping. Terkulai tak berdaya tubuh Teja di lantai. Ki Bamantara memikul tubuh lelaki itu yang kurus kerempeng.
ADVERTISEMENT
Ia berjalan ke luar rumah tanpa mengucapkan apa pun pada istrinya. Ki Bamantara menuju ke arah pantai sambil memikul tubuh Teja. Warga desa Balangandang hanya bisa mengintip dari celah bilik rumahnya sambil ketakutan. Sesampainya di bibir pantai, Ki Bamantara meletakkan tubuh Teja yang terbujur tak sadarkan diri di atas pasir. Ombak berdebur sesekali membasahi kepala Teja.
Ki Bamantara duduk sila di samping Teja, bibirnya bergetar membaca mantra dalam bahasa jawa. Dan dari kejauhan, di antara riak-riak ombak muncullah sebuah keraton dari dasar lautan. Keraton itu berwarna hijau lengkap dengan para permaisuri berpakaian kebaya hijau. Rambut mereka dikonde dengan rapi, wajahnya cantik berseri, tubuhnya gemulai indah. Di tengah-tengah para permaisuri, ada seorang ratu di atas singgasana dengan mahkota emas di kepalanya, ia mengenakan kain batik yang sangat bagus disarungkan pada pinggangnya yang gemulai, juga mengenakan kebaya hijau dan selendang hijau yang menjulur menyentuh lautan. Dia Nyi Roro Kidul, ratu dari segala jin, penguasa laut selatan.
ADVERTISEMENT
Tanpa Teja ketahui, ternyata sakitnya Ki Bamantara selama ini bukan karena teluh kiriman Teja, tapi karena kemarahan Nyi Roro Kidul. Ya, Nyi Roro Kidul belum memaafkan perlakuan Ki Bamantara terhadap Sartika. Untuk itu, ia terserang penyakit aneh yang membuat Ki Bamantara tidak bisa bangun dari tidurnya selama berbulan-bulan. Teluh kiriman Teja sama sekali tidak mempan terhadap Ki Bamantara sekalipun menggunakan Waringin Sungsang. Ki Bamantara terlalu sakti untuk diteluh oleh siapa pun, tapi kesaktian Nyi Roro Kidul tidak ada tandingannya. Tidak sanggup Ki Bamantara melawan Nyi Roro Kidul.
Selama tertidur itulah, ruh Ki Bamantara dibawa kabur oleh jin utusan Nyi Roro Kidul. Ia dibawa ke keraton untuk menjadi seorang hamba melayani Nyo Roro Kidul selama berbulan-bulan. Ia dijadikan tukang kipas keraton yang sepanjang hari dan malam hanya berdiri mengipas-ngipasi Nyi Roro Kidul yang duduk di singgasana. Setelah menjadi hamba, Ki Bamantara memohon agar bisa dikembalikan ke raganya. Nyi Roro Kidul menyanggupinya asal ia memberikan seorang pengganti. Maka, Tejalah satu-satunya orang yang tepat untuk ditumbalkan karena lelaki itu akhir-akhir ini lancang sekali mengusik keluarga Ki Bamantara.
ADVERTISEMENT
Teja terbangun. Ia mendapati dirinya di bibir pantai dan terkejut melihat kemegahan sebuah keraton di tengah lautan. Dari kejauhan, ia memerhatikan dua orang lelaki berbadan kekar, tapi berkepala kuda mendekat ke arahnya. Hanya sekejap mata, dua lelaki itu sudah ada di hadapan Teja, mereka menarik paksa lengan Teja dan menyeret lelaki itu ke keraton Nyi Roro Kidul. Sementara itu, Ki Bamantara berlutut sambil tertunduk di bibir pantai, kedua telapak tangannya dirapatkan di atas kepala.
Matur nuwun, kanjeng gusti,” ucap Ki Bamantara sambil terus tertunduk.
Nantikan cerita Lingsir Wengi Tembang 2 selanjutnya. Agar tidak ketinggalan, klik subscribe di bawah ini:
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan