kumparan
8 November 2019 12:40

Bawaslu Sampang Gandeng OKP Sebagai Kader Pengawas Pemilu

IMG-20191108-WA0079.jpg
Ketua Bawaslu Kabupaten Sampang Insiyatun ditemui di ruangannya, Kamis (7/11/2019). (Ryan/MM).
Sampang, (Media Madura) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sampang tengah menyiapkan kader pengawas partisipatif. Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Insiyatun saat rapat Persiapan Sekolah Kader Pengawas Pemilu di kantornya Jalan Rajawali, Kamis (7/11/2019) siang.
ADVERTISEMENT
Ia mengatakan, Sekolah Kader Pengawasan Pemilu merupakan program dari Bawaslu RI. Kegiatan ini akan digelar di hotel Jalan Bahagia pada Senin (11/11) mendatang.
Dalam menyukseskan program itu pihaknya akan menggandeng seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) sebagai kader pengawas pemilu yang berkesinambungan bagi masyarakat.
"Kader pengawas pemilu itu bukan dari penyelenggara, kami menginginkan kader pengawas menjadi corong sosialisasi Bawaslu di setiap kampung atau desa, meski sekarang pemilu sudah selesai tetapi kader pengawasan partisipatif harus disiapkan untuk pemilu selanjutnya," ucapnya.
Menurut Insiyatun, kader partisipatif pemilu bertujuan untuk sarana pendidikan pemilu bagi masyarakat dan menciptakan kantong-kantong pengawasan di semua lapisan. Kader pengawas partisipatif diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi demokrasi di Sampang.
Dijelaskan Insiyatun, Sekolah Kader Pengawasan Pemilu akan dibuat secara bertahap dalam tiga tingkatan pendidikan. Meliputi, tingkat dasar yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten/Kota. Kemudian tingkat madya dilakukan Bawaslu Provinsi. Serta, tingkat nasional pelatihan pendidikan pengawasan pemilu partisipatif yang dilakukan di Bawaslu RI.
ADVERTISEMENT
"Output dari kegiatan ini adalah mencetak kader pengawasan partisipatif sebagai mitra pengawas pemilu, terbentuknya komunitas sadar politik dan pemilu yang jurdil, serta terbentuknya Kecamatan dan desa anti money politik," ungkapnya.
Kegiatan Sekolah Kader Pengawas itu menghadirkan narasumber dari akademisi, pegiat pemilu, penyelenggara pemilu, aktivis, motivator, dan media.
Pada sesi pertama, peserta akan diberi materi mengenai pembangunan karakter, pengawasan pemilu di Indonesia, sistem politik pemerintahan dan pemilu di Indonesia. Selanjutnya, sesi kedua tentang teknis, perencanaan dan pelaksanaan pemilu, analisis sosial, dan advokasi.
"Kegiatan ini juga salah satu sentral untuk kaum muda Sampang sebagai generasi penerus pengawas pemilu, karena tugas pengawasan tidak pernah berhenti meski pemilu telah selesai," pungkasnya.
Reporter : Ryan
ADVERTISEMENT
Editor : Ist
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan