kumparan
9 Mei 2018 17:11

Kasus Intimidasi Staf Dinkes Sumenep terhadap Wartawan Berakhir Damai

Sumenep, (Media Madura) - Insiden antara wartawan Net TV yang bertugas di wilayah Madura, Didik Setia Budi dan staf Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Romhana Alifah berakhir damai dan saling memaafkan. Keduanya mengaku sama-sama khilaf atas peristiwa yang terjadi, Selasa (8/5) tersebut. Dalam forum mediasi di ruang Sekretaris Dinkes, kedua belah pihak yang sempat bersitegang sama-sama meminta maaf satu sama lain.
ADVERTISEMENT
Mediasi keduanya disaksikan sekretaris Dinkes, Bagian Kepegawaian, Kabid Gizi serta segenap wartawan yang bertugas di Sumenep, Rabu (9/5). Dalam kesempatan itu, Didik juga mengklarifikasi beberapa hal atas kejadian yang menimpanya. Ia juga berharap kejadian serupa ke depan tidak terulang lagi, karena kerja jurnalis hanya untuk mengonfirmasi permasalahan yang ditemui di lapangan.
“Kita sama-sama manusia biasa, tidak luput dari khilaf. Harapan saya, ke depan semua akses koordinasi dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep dipermudah," ungkap Didik.
Hal senada disampaikan oleh staf Dinkes, Romhana Alifah. Menurutnya, setelah mediasi yang dilakukan semuanya bisa selesai. "Saya juga minta maaf dan memaafkan, Mas," ujar Romhana.
Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Sumenep, Agus Mulyono berharap kejadian kurang menyenangkan pada jurnalis ini menjadi yang terakhir di dinasnya.
ADVERTISEMENT
"Semoga lewat mediasi ini semua selesai dan tuntas. Sudahlah kita lupakan kejadian tidak mengenakkan kemarin," ujar Agus.
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden bermula saat Didik Setia Budi akan melakukan konfirmasi terkait dengan peristiwa salah satu warga yang terkena penyakit lumpuh di Desa Longos, Kecamatan Gapura.
Namun, ketika sampai di Dinkes Sumenep, pihaknya bukan mendapatkan penjelasan soal penyakit yang diderita tersebut. Tapi malah mendapatkan perlakuan tidak sewajarnya, seperti makian dari oknum staf yang juga memukul kamera milik wartawan. 
Sebelumnya, pihak Didik berencana melaporkan oknum staf Dinkes ke polisi jika tidak ada itikad baik untuk meminta maaf.
"Karena masalahnya sudah clear dan yang bersangkutan juga mau mengakui kesalahan maka masalah ini selesai, tapi kami berharap tidak terulang di kemudian hari," katanya.
ADVERTISEMENT
Reporter: Rosy Editor: Ist
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan