Edarkan Sabu, Montir di Sumenep Ditangkap Polisi

Konten Media Partner
2 Mei 2018 14:27 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Tersangka
Sumenep, (Media Madura) – Seorang montir berinisial RH (33), warga Jalan Nangka Nomor 14, Kelurahan Karang Duak, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ditangkap polisi.
ADVERTISEMENT
Ia ditangkap saat berada di depan sebuah warung lalapan. Tepatnya di Jalan Raya Lenteng Desa Kebunagung Kecamatan Kota Sumenep, pada Selasa (1/5), sekitar pukul 19.30 WIB.
“Tersangka kami ringkus karena kedapatan membawa sabu dan diduga akan diedarkan,” kata Kabag Humas Polres Sumemep, AKP Abd Mukid, Rabu (2/5).
Mantan Kapolsek Lenteng mengungkapkan, penangkapan tersebut bermula dari informasi warga, bahwa tersangka kerap mengkonsumsi sabu bahkan mengedarkannya. 
Setelah dilakukan penyelidikan, ternayata informasi tersebut benar. Sehingga petugas langsung melakukan penggeledahan sekaligus penangkapan.
“Saat penangkapan barang bukti sempat dibuang, setelah diambil ternyata plastik itu berisi kristal putih yang katanya itu adalah narkoba,” papar Mukid.
Ilustrasi Narkoba (Foto: Pixabay)
Usai ditangkap, yang bersangkutan langsung digiring petugas ke rumahnya. Di sana polisi menemukan barang bukti berupa empat buah sedotan plastik warna putih yang disimpan di dalam kulkas di ruang makan. Kemudian satu unit timbangan elektrik warna hitam merek Pocket Scale dan satu unit timbangan elektrik warna hijau kombinasi merek Harnic.
ADVERTISEMENT
“Timbangan elektrik itu ditemukan di atas lemari pakaian yang terletak di dalam kamar belakang,” jelasnya.
Dari pengakuan tersangka, semua barang bukti yang diamankan dari dalam rumahnya adalah benar miliknya. Selanjutnya tersangka beserta semua barang bukti dibawa ke Polsek Sumenep Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) subs. Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tandasnya.
Reporter: Rosy
Editor: Zainol