Kumparan Logo
Mbah Moen, KH Maimoen Zoebair
KH Maimoen Zoebair atau Mbah Moen memberikan keterangan kepada wartawan saat tiba dibandara Soekarno Hatta, Tangerang.

PCNU Sampang Instruksikan Salat Gaib untuk Almarhum Mbah Moen

mediamadura.com verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PCNU Sampang Instruksikan Salat Gaib untuk Almarhum Mbah Moen
zoom-in-whitePerbesar

Sampang, (Media Madura) - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang, Madura, merasakan duka cita mendalam atas meninggalnya KH Maimoen Zubair, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang, Jawa Tengah.

Untuk itu, melalui surat bernomor 107/PC/A. II/L-36/VIII/2019 tertanggal 5 dzul hijjah 1440 Hijriah atau bertepatan dengan 6 Agustus 2019, PCNU Sampang menginstruksikan seluruh jajaran NU serta warga Nahdliyyin di Kabupaten Sampang, agar menggelar salat gaib dan tahlil bersama untuk almarhum.

"Instruksi ini disampaikan kepada pengurus MWCNU, pengurus ranting NU, pengurus lembaga dan badan otonom, pondok pesantren, takmir masjid, dan seluruh warga Nahdliyyin di Sampang," kata Sekretaris PCNU Sampang, Mahrus Zamroni, Selasa (6/8/2019).

KH Maimoen Zoebair atau Mbah Moen memberikan keterangan kepada wartawan saat tiba dibandara Soekarno Hatta, Tangerang. Foto: ANTARA FOTO/ARSIP/Deni Santosa

Dirinya juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya tokoh NU, Kiai Haji Maimoen Zubair atau Mbah Moen.

"Semoga Allah SWT tempatkan beliau di tempat terbaik di sisinya, aamiin…," tulis Zamroni di balik pesan singkatnya.

Surat instruksi itu ditandatangani oleh Rais PCNU Sampang KH Syafiuddin Wahid, Katib KH Luai Imam, Ketua KH M. Itqon Busiri, dan Sekretaris Mahrus Zamroni.

Reporter: Ryan Hariyanto Editor: Zainol