kumparan
search-gray
Mom28 Juli 2020 16:36

Mertua Ogah Diajak Tinggal Serumah, Ipar Mencecar

Konten kiriman user
Mertua Ogah Diajak Tinggal Serumah, Ipar Mencecar (376474)
ilustrasi ayah mertua. Foto: Pexels
Nggak semua mertua mau tinggal serumah dengan anak dan menantu. Walaupun hidup sendiri, kadang sakit-sakitan, ada mertua yang nggak mau merepotkan anaknya. Seperti itulah mertua dari Dinda. Tapi malah ipar yang nggak terima. Berikut kisahnya.
ADVERTISEMENT
--
Ibu mertuaku meninggal sekitar 3 tahun yang lalu. Sakit apa, aku kurang jelas. Saat itu kami belum menikah dan suami jarang mau membahasnya
Untungnya, anak-anaknya sudah menikah semua. Ada yang merantau ke luar kota, ada pula yang pindah rumah tapi nggak jauh, seperti suamiku. Alhasil, hanya tersisa ayah mertua sendirian di rumah itu.
Sebagai menantu yang tinggal paling dekat dengan mertua, aku sering jadi perpanjangan tangan para ipar. Rumahku dan rumah mertua memang cuma 4 kilometer jaraknya.
Misalnya, ayah mertua nggak mengangkat telepon, aku disuruh langsung ngecek ke rumahnya. Ketika ayah mertua sakit, aku dan suami juga yang harus paling siap siaga.
Mertua Ogah Diajak Tinggal Serumah, Ipar Mencecar (376475)
ilustrasi ditelepon kakak ipar. Foto: Thinkstock
Tentu aku dan suami nggak keberatan. Toh ayah mertua bukan orang tua yang rewel dan banyak request. Meski kadang saat ipar menyuruhku, aku lagi repot ngurus anak dan lain-lain. Kalau aku bisa membantu, kenapa nggak?
ADVERTISEMENT
Yang jadi masalah adalah ayah mertua sebenarnya punya diabetes. Sebulan sekali dia harus kontrol ke rumah sakit. Biasanya aku atau suami yang mengantar.
Dua kakak iparku khawatir kalau ayah ada apa-apa saat sendirian di rumah. Makanya mereka mendorong aku dan suami untuk mengajak ayah tinggal di rumah kami.
Sebelum mereka menyuruh pun, kami sudah sering mengajak ayah mertua menetap di rumah kami. Selain nggak tega, kami juga sebenarnya juga kerepotan kalau harus bolak-balik ke rumah ayah setiap beberapa hari sekali.
Sayangnya, ayah mertua sendiri yang ngotot ingin tinggal sendiri. Alasannya macam-macam.
“Ayah itu walaupun sudah tua, masih pengen bebas. Nggak mau diatur-atur anaknya. Ayah di sini aja lah, nyaman kok,” katanya suatu kali.
Mertua Ogah Diajak Tinggal Serumah, Ipar Mencecar (376476)
Dok: Giphy
Ayah mertua memang terhitung sangat aktif untuk usianya. Hampir kepala 7, dia masih rajin ikut senam di sana-sini, jalan-jalan naik sepeda hingga berkilo-kilometer. Kadang memang kami larang karena khawatir.
ADVERTISEMENT
“Ayah itu nggak mau ninggal rumah ini. Ini rumah banyak sejarahnya. Kenangan ibumu juga adanya di sini,” jelasnya pada lain waktu.
“Ayah nggak mau ngerepotin kalian. Ayah itu masih sehat, masih bisa ngurus diri sendiri. Suamimu dulu juga ayah yang cebokin pas kecil hehe,” kelakarnya suatu hari.
Apapun alasan ayah mertua, kesimpulannya satu: dia nggak mau diajak tinggal serumah dengan kami, atau pun anak-anaknya yang lain.
Yang bikin kesal, kakak-kakak ipar sering menyalahkan kami. Dikira aku dan suami yang nggak mau mengurus ayah. Pernah suatu kali suamiku dibilang egois oleh kakak sulungnya sampai mereka adu mulut hebat.
Drama makin keruh setiap ayah mertua ada apa-apa. Misalnya, sebulan lalu ayah mertua kepleset di dapur hingga kakinya keseleo. Aku dan suami yang kena lagi. Diomelin kakak ipar sampai kuping panas.
ADVERTISEMENT
Kami harus gimana ya biar nggak drama terus? Apa bijak memaksa ayah mertua tinggal di rumah kami padahal dia nggak mau? (sam)
Jadi gimana, nih? Apakah Anda juga pernah mengalami pengalaman serupa dengan Dinda? Boleh dong, diceritakan di kolom komentar. Takut namanya kebaca sama mertua? Kirim email aja! Ke: curcolsoalmertua@gmail.com
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white