ESDM: Kendaraan Tempur untuk Sementara Tak Wajib Pakai Biodiesel

17 Oktober 2017 12:00 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:14 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Parade kendaraan tempur darat TNI AU (Foto: Iqra Ardini/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Parade kendaraan tempur darat TNI AU (Foto: Iqra Ardini/kumparan)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Program Mandatori Biodiesel 20% (B20) alias kewajiban pemakaian minyak diesel (solar) dengan campuran bahan bakar nabati (BBN) sebesar 20% kembali menemui kendala. Kali ini, kendala terjadi pada kendaraan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista).
ADVERTISEMENT
Kebijakan penggunaan bahan bakar minyak yang dicampur minyak nabati tersebut sulit diterapkan pada kendaraan yang menggunakan mesin lama. Hal itu pernah dikeluhkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan industri pertambangan yang menggunakan kendaraan berat.
Apabila program B20 tetap diterapkan pada kendaraan alutsista, dikhawatirkan kinerja mesin jadi tidak maksimal sehingga dapat menyebabkan mogok. Sebab saat menggunakan biodiesel, mesin pada alutsista itu bisa berkerak.
Terkait masalah ini, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan kajian agar biodiesel cocok dengan mesin-mesin kendaraan tempur hingga lokomotif kereta api.
"Ini permasalahan teknis, yang harus dilakukan yaitu melakukan kajian, termasuk uji jalannya secara komprehensif dan melibatkan semua pihak mulai dari provider peralatan, akademisi, pemasok BBN, pemasok BBM, dan pihak-pihak lain yang relevan," kata Rida kepada kumparan (kumparan.com), Selasa (17/10).
ADVERTISEMENT
Kepala Biro Komumikasi Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, menambahkan bahwa untuk sementara kendaraan alutsista tidak diwajibkan menggunakan biodiesel 20% sampai permasalahan teknis berhasil diselesaikan.
"Untuk alutsista, untuk sementara tidak menggunakan B20 sampai permasalahan teknis terkait dengan handling dan storage-nya bisa diselesaikan," tutupnya.