7 Cara Mendukung Teman yang Mengidap Bipolar

24 Mei 2022 15:07
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi mendukung teman yang sedang berduka. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mendukung teman yang sedang berduka. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Kesehatan mental saat ini menjadi salah satu hal yang paling menjadi fokus dari banyak orang. Jangan pernah meremehkan stres, depresi, rasa cemas, dan gangguan mental lainnya.
ADVERTISEMENT
Menjaga kesehatan mental itu juga sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik karena keduanya saling berkesinambungan satu sama lain.
Ada banyak faktor yang menjadi pemicu terjadinya gangguan mental ini. Sehingga para penderitanya cenderung menarik diri dari lingkungan, menunjukkan perubahan emosi, dan lain-lain.
Di sinilah kehadiranmu sebagai seorang sahabat berperan penting untuk membantu mereka agar dapat bangkit dan menjadi lebih sehat.
Apa saja sih yang bisa kamu lakukan? Yuk, simak di bawah ini dilansir The Recovery Village.

Pelajari lebih tentang bipolar

Ilustrasi Bipolar. Foto: Kunst Bilder/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bipolar. Foto: Kunst Bilder/Shutterstock
Jika kamu sedang mendukung temanmu melalui gangguan bipolar, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah belajar sebanyak mungkin tentang penyakit mental yang satu ini.
Kamu bisa menghilangkan mitos-mitos yang mungkin kamu percayai tentang gangguan tersebut. Kamu juga bisa belajar lebih lanjut tentang cara perawatannya dan apa yang kamu harapkan jika teman atau orang yang kamu cintai sedang mengalami depresi.
ADVERTISEMENT
Ada risiko yang terkait dengan gangguan bipolar termasuk potensi perilaku bahaya selama periode depresi. Semakin banyak kamu tahu tentang bipolar maka semakin siap kamu mengenali tanda-tanda peringatan potensial dan mencari bantuan yang tepat.

Dengarkan apa yang temanmu katakan

Ilustrasi Bipolar. Foto: SewCream/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bipolar. Foto: SewCream/Shutterstock
Terkadang, saat seseorang punya gangguan bipolar, perasaan mereka mungkin diabaikan oleh orang-orang di sekitar. Ini enggak boleh dilakukan dengan sengaja atau dengan niat jahat. Tapi, mudah untuk mulai percaya kalau semua yang dikatakan seseorang dengan bipolar adalah karena penyakitnya.
Jadikan dirimu sebagai support system dengan mendengarkan apa yang dikatakan oleh sahabat atau pasanganmu. Orang dengan gangguan bipolar ingin merasa didengarkan sama seperti orang lain. Kamu enggak boleh membuat mereka merasa konyol karena mengekspresikan pikiran dan emosi mereka yang sebenarnya.
ADVERTISEMENT
Menjadi support system pun juga bukan berarti kamu harus memberikan saran atau melakukan sesuatu untuk membantu selain menjadi pendengar yang baik. Kamu harus bisa tetap tenang, perhatikan, dan jangan mencoba terlibat dalam argumen.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

Ajukan pertanyaan

Ilustrasi Bipolar. Foto: Doucefleur/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bipolar. Foto: Doucefleur/Shutterstock
Orang dengan gangguan bipolar mungkin enggak ingin diperlakukan secara berbeda. Tapi, itu bukan berarti kamu enggak bisa mengajukan pertanyaan. Daripada harus berasumsi kalau kamu mengetahui sesuatu tentang gangguan seseorang dan efeknya.
Tanyakan dan tunjukkan kalau kamu tertarik untuk mempelajari penyakitnya lebih lanjut. Jangan berasumsi kalau temanmu malu atau enggak ingin membicarakan banyak hal padamu.

Biarkan mereka tahu kalau kamu berada di pihak mereka

Ilustrasi mendukung teman yang sedang berduka. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mendukung teman yang sedang berduka. Foto: Shutter Stock
Untuk seseorang dengan gangguan bipolar, akan mudah untuk mengembangkan mentalitas "aku melawan dunia". Mereka mungkin merasa disalahpahami dan enggak ada orang di pihak mereka atau semua orang menghakimi mereka.
ADVERTISEMENT
Biarkan temanmu tahu kalau kamu berada di pihaknya. Berada di pihak seseorang dan menjadi juara bagi mereka bukan berarti kamu setuju dengan apa yang mereka lakukan atau katakan.

Jangan mencoba mendorong mereka menjadi sesuatu yang mereka belum siap

Ilustrasi mendukung teman yang sedang berduka. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mendukung teman yang sedang berduka. Foto: Shutter Stock
Perawatan sangat penting untuk orang-orang dengan gangguan bipolar. Tapi, jangan memaksa temanmu dengan gangguan tersebut menjadi sesuatu yang mereka enggak siap untuk itu.
Jika kamu melihat keadaan darurat terjadi atau sesuatu yang berpotensi berbahaya, itu berbeda dan mungkin memerlukan intervensi medis.

Rencanakan kegiatan bersama

com-Ilustrasi liburan bersama teman Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi liburan bersama teman Foto: Shutterstock
Kamu bukan hanya bisa menjadi pendengar yang baik tapi juga bisa melakukan aktivitas bersama-sama. Kegiatannya enggak harus terlalu rumit kok.
Rencana ini bisa sesederhana merencanakan jalan-jalan harian di waktu yang sama setiap hari. Langkah-langkah kecil bisa membuat perbedaan besar terutama ketika seseorang dengan bipolar merasa kesulitan mengelola gejalanya.
ADVERTISEMENT

Sabar dan pengertian

Ilustrasi sahabat. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sahabat. Foto: Shutter Stock
Ada banyak hal yang enggak bisa dikendalikan oleh seseorang dengan gangguan bipolar. Wajar kalau kamu merasa frustrasi, enggak sabar, atau bahkan marah. Tapi coba cari cara untuk mengatasi perasaan ini tanpa membuatnya terlihat oleh mereka.
Orang dengan gangguan bipolar mungkin enggak hanya merasa frustasi dengan perilaku dan perasaannya, tapi juga merasa seperti beban. Kenali tiap langkah-langkah kecilnya yang dilakukan mereka untuk mendapatkan perawatan dan tetap berpegang pada rencana perawatan.
Terimalah keterbatasan orang yang kamu sayangi. Mereka enggak bisa mengatasinya ketika berada dalam periode depresi.
Laporan Afifa Inak
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020