kumparan
21 Nov 2018 19:51 WIB

Aliansi Remaja Independen: Soft Skill Penting di Dunia Kerja

Kenakan pakaian yang sopan. (Foto: Thinkstock)
Salah satu permasalahan yang muncul pascasidang skripsi dan menjadi sarjana adalah setelah itu mau ke mana? Banyak di antara kamu para lulusan baru yang mungkin berpikir pertanyaan yang sama.
ADVERTISEMENT
Cari kerjaan serampangan tak mau. Beberapa perusahaan bonafide yang ingin dimasuki pun hanya menerima karyawan berpengalaman. Lalu bagi lulusan baru seperti kamu, mau bekerja di mana?
Menurut Aliansi Remaja Independen (ARI), organisasi non profit yang bergerak di bidang advokasi kesehatan, pendidikan, dan ketenagakerjaan remaja, para lulusan baru itu kesulitan mencari pekerjaan karena minimnya soft skill.
“Ada beberapa lowongan yang menerima lulusan baru, tapi kesulitan mereka adalah kapasitas dan kemampuan mereka (yang minim) karena harus bersaing dengan lulusan universitas lain. Sedangkan beberapa di antara lulusan baru itu soft skill-nya kurang,” kata Zuhra, Koordinator Isu Ketenagakerjaan di ARI.
Zuhra menyebut bahwa kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja seperti desain, menulis, manajemen hingga soft skill itu penting dipelajari sejak menjadi mahasiswa. Namun kebanyakan kampus tidak memfasilitasi hal itu.
ADVERTISEMENT
“Apa yang diberikan kampus kurang relevan dengan apa yang dibutuhkan dunia kerja. Karena kalau yang diajarkan di kelas itu teori. Kita, kan, tidak cukup bekal teori saja, tapi bagaimana kita bisa menerapkannya ke lapangan juga,” ujar cewek yang juga mahasiswa tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Jakarta.
Urgensi untuk mengembangkan kemampuan tambahan selain yang dipelajari di kelas itu juga penting mengingat persaingan di dunia kerja makin ketat. Menurut Zuhra, lulusan perguruan tinggi enggak bersaing dengan manusia saja.
“Tapi (bersaing) dengan teknologi juga di mana kita memasuki industri 4.0. Industri ini bakal memangkas beberapa lapangan pekerjaan. Maka dari itu anak muda harus rajin upgrade kapasitas diri agar bisa mendapat pekerjaan sesuai minat dan bakat” kata dia.
ADVERTISEMENT
Zuhra melihat bahwa peran pusat pengembangan karier di kampus harus dimaksimalkan sehingga para lulusan baru enggak bingung setelah kuliah harus ke mana.
“Sebenarnya pusat karier di kampus bisa juga digunakan untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan lain yang perlu dimiliki mahasiswa seperti pendidikan soft skill supaya lulusan kampus siap menghadapi dunia kerja,” tandasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan