Apa Bedanya Produktif dan Toxic Productivity?

Millennialverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Banyak waktu luang yang dimanfaatkan untuk bekerja, selama beraktivitas di rumah saja. Tapi hal ini bukan berarti kamu selalu produktif.

Kalau kebablasan, bisa jadi malah toxic productivity. Kamu patut mengenali perbedaannya agar kesehatan tidak terganggu.

Produktif

Seseorang yang produktif akan mengambil langkah jelas dan terukur untuk mencapai tujuannya. Supaya bisa memaksimalkan waktunya menyelesaikan berbagai hal, termasuk meluangkan waktu buat beristirahat.

"Produktivitas yang baik adalah produktivitas yang memberimu waktu untuk beristirahat, dan pada saat yang bersamaan, mendorongmu untuk mencapai tujuan dengan cara yang sehat," jelas Psikolog Graheta Rara Purwasono, M.Psi dari Universitas Airlangga, dilansir Antara.

Toxic Productivity

Menurut Graheta, toxic productivity adalah istilah lain dari overworking, istilah saat terlalu banyak bekerja hingga mengesampingkan istirahat.

Toxic productivity itu memunculkan rasa bersalah kalau tidak mengerjakan sesuatu. Ujung-ujungnya, mengalami burnout yang membahayakan kesehatan, dan itu harus dihindari," katanya.

Ketika melakukan toxic productivity, seseorang enggak punya waktu untuk menghabiskan momen bersama keluarga, teman, atau diri sendiri karena terlalu sibuk bekerja setiap saat.

Tips Produktif Tanpa Bekerja Berlebihan

Simak di bawah ini!

  1. 1. Buat batasan yang jelas

    Ketika pekerjaan adalah satu-satunya hal yang berputar dalam pikiranmu, maka sulit untuk memikirkan hal lain yang sama pentingnya. Apa contohnya? Mendapatkan istirahat yang berkualitas, atau menghabiskan waktu bersama keluarga terkasih." Coba buat batasan seperti mengatur diri agar tidak bekerja nonstop selama tiga jam tanpa diselingi istirahat, memastikan waktu tidur cukup dan menjadwalkan waktu berkualitas bersama keluarga setiap pekan.

  2. 2. Terapkan professional detachment

    Ingatlah bahwa kesehatan fisik dan mental lebih penting dari pekerjaan. Pahami bahwa menjadi pekerja bukanlah identitasmu satu-satunya. Kamu bukan hanya seorang pekerja, tetapi juga orang tua, pacar, teman, dan lain sebagainya.

  3. 3. Terapkan mindfulness

    Dengan mindfulness, lebih mudah menyadari apa yang dibutuhkan oleh tubuh dan pikiran, agar bisa terhindar dari toxic productivity. Terapkan mindfulness dengan meditasi, duduk diam, pejamkan mata, dan jernihkan pikiran.