kumparan
6 Desember 2018 15:02

Apa yang Akan Terjadi Jika 'Puasa' Medsos Selama 30 Hari?

Pengguna media sosial. (Foto: Getty Images)
Di era di mana komunikasi lewat media sosial enggak bisa dihindarkan saat ini, apa yang terjadi bila kamu enggak bermain medsos selama 30 hari? Meski jawabannya bakal sulit, akan tetapi ternyata kamu masih bisa hidup setelahnya, kok.
ADVERTISEMENT
Setidaknya itulah yang telah dibuktikan oleh Matt D’Avella. Sebagai seorang YouTuber dan pembuat film yang menggantungkan hidupnya lewat berinteraksi dengan warganet, tampaknya hampir mustahil bagi D’Avella untuk lepas dari medsos. Namun karena penasaran, D’Avella memutuskan untuk lepas dari medsos selama 30 hari.
Dalam videonya berjudul “I quit social media for 30 days” D’Avella mengaku bahwa 3 hari pertama berhenti medsos adalah fase yang paling sulit dilakoni. Menurutnya, dengan hanya ‘berpuasa’ medsos tanpa ada usaha ekstra, ia akan jatuh kembali ke pangkuan medsos.
“Maka dari itu aku menghapus semua aplikasi medsos dari handphoneku. Selain itu aku log out juga akun medsos yang tersambung ke komputer dan menghapus riwayat di browser,” kata D’Avella.
ADVERTISEMENT
Masih tak cukup dengan itu, D’Avella juga membuat jarak antara dirinya dengan hpnya. Ia meninggalkan hp saat sedang bekerja, bahkan saat keluar rumah sekalipun. Ketika melakukan itu, ia sempat merasa aneh saat mengecek di kantongnya enggak ada hp.
“Setelah seminggu menjauhkan diri dari hp, barulah aku enggak merasa aneh meninggalkan rumah tanpa membawa hp,” tutur YouTuber yang mempunyai filosofi hidup minimalis itu.
Meskipun begitu, D’Avella mengaku beberapa kali mengecek hpnya lalu menyadari bahwa tidak ada aplikasi medsos yang cukup asyik untuk dimainkan. Setelah itu, ia kembali menaruh hpnya dan kembali ke kehidupan nyatanya tanpa hp.
Efek puasa medsos selama 30 hari bagi seorang video producer bernama Emma Fierberg pun tak jauh berbeda. Ia merasa kehilangan banyak kehidupan sosialnya setelah meninggalkan medsos. Namun, selain itu ada efek positif yang dirasakannya.
ADVERTISEMENT
“Aku tidak lagi merasa pusing, aku tidak merasa lelah sepanjang waktu. Selama eksperimen berlangsung aku mulai merasa bahwa ada jam lebih dalam sehari untukku membaca, memasak, dan berolahraga,” katanya dalam video yang dirilis Tech Insider.
Kalau Emma lelah menjalani harinya, ia bakal langsung tertidur di kasur mengistirahatkan badannya. Berbeda seperti saat ia masih bermain medsos yang pasti bakal terjaga sebelum tidur karena menggulirkan layar hp.
D’Avella dan Emma melihat bagi kebanyakan orang, enggak bermain medsos akan membuat orang tersebut takut enggak eksis atau ketinggalan sesuatu (fear of missing out: FOMO). Namun menurut mereka, hal itu enggak terbukti setelah mereka mencoba puasa medsos.
“Karena sejumlah hal kita meyakinkan diri bahwa medsos adalah penting dan dibutuhkan. Akan tetapi ketika aku terhubung kembali ke medsos (setelah puasa 30 hari) aku menyadari satu fakta sederhana: aku enggak ketinggalan apapun,” kata D’Avella.
ADVERTISEMENT
D’Avella menambahkan, “Setelah puasa 30 hari, dalam 30 hari ke depan sebagai kreator konten (YouTube) aku enggak yakin bakal menginginkan memakai media sosial sesering sebelumnya.”
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan