kumparan
12 Feb 2019 10:18 WIB

Aplikasi 'Aku Pintar' Jadi Solusi Memilih Jurusan Kuliah

Jangan sampai salah pilih jurusan kuliah Foto: Thinkstocks
Memilih jurusan kuliah enggak melulu mudah. Banyak pertimbangan yang harus diperhatikan supaya enggak terjebak di jurusan kuliah yang salah. Sebab kalau sudah salah pilih jurusan kuliah, biasanya seseorang juga akan memilih pekerjaan yang enggak sesuai dengan pendidikannya.
ADVERTISEMENT
Menurut data dari Indonesia Career Center Network (ICCN) pada 2017, lebih dari 71,7 persen orang bekerja enggak sesuai dengan jurusannya, dan lebih dari 87 persen pelajar dan mahasiswa enggak mengambil jurusan kuliah yang sesuai dengan minatnya.
Menurut Yohana Elizabeth Hardjadinata, selaku pemerhati pendidikan, salah memilih jurusan kuliah akan berdampak pada ketidakmaksimalan dalam pekerjaan atau profesi yang akan digeluti.
"Hal ini juga bisa berujung kepada kurangnya prestasi, dan tidak berkembangnya kemampuan serta keterampilan seseorang," jelas Elizabeth, dikutip dari laman Kemendikbud.
Aplikasi Aku Pintar. Foto: Dok. Aku Pintar
Menanggapi fenomena ini, Luvianto Febri Handoko menciptakan aplikasi 'Aku Pintar' sebagai solusi memilih jurusan kuliah. Febri --panggilan akrabnya-- mengaku pernah salah pilih jurusan ketika kuliah.
Ia menuturkan, saat itu termakan anggapan orang-orang bahwa anak IPA itu keren dan menjanjikan. Akhirnya dia masuk jurusan Teknik Kimia di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.
ADVERTISEMENT
"Tapi kemudian aku berkata ke diri sendiri, kayaknya aku enggak cocok menjadi seorang insinyur Teknik Kimia. Jadi aku melanjutkan S2 Manajemen," tutur dia, dikutip dari laman Kemendikbud.
Febri tahu bahwa apa yang dialaminya itu juga terjadi kepada banyak orang. Karena itulah ia berusaha mencegah kejadian tersebut terulang dengan menciptakan 'Aku Pintar'.
"Kami ingin menjawab sedini mungkin, para pelajar terutama SMA, SMK dan SMP untuk mulai memetakan dirinya agar ke depannya enggak salah jurusan," jelas dia.
Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud, Purwadi Sutanto, mengapresiasi dan mendukung kehadiran aplikasi 'Aku Pintar'. Ia mengharapkan aplikasi ini dapat mengubah pandangan masyarakat mengenai penjurusan pendidikan.
“Mungkin ini bukan wahana satu-satunya di Indonesia, tapi ini merupakan suatu terobosan yang luar biasa dan saya mendukung sekali, terlebih lagi aplikasi ini gratis," ujar Purwadi.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan