Buzz
·
5 Agustus 2017 12:45

Seorang Ayah di China Minta Tes DNA karena Anaknya Terlalu Ganteng

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Seorang Ayah di China Minta Tes DNA karena Anaknya Terlalu Ganteng (89523)
Ilustrasi bayi. (Foto: Thinkstock)
Bagi sebagian orang tua, mirip tidaknya seorang anak dengan ayah atau ibunya mungkin bukan jadi persoalan besar. Tapi bagi seorang ayah di China, memiliki anak yang terlalu ganteng ternyata bisa menimbulkan beragam keresahan.
ADVERTISEMENT
Kecurigaan sang ayah muncul sejak anaknya yang diberi nama Wang Ye lahir 28 tahun silam. Menurut pengakuan Zhang, ibunya, sejak lahir wajah Wang Ye memang tampan dengan bentuk hidung yang bisa dibilang sempurna. Para kerabat dan juga teman-temannya pun sering kali bertanya mengapa anak mereka bisa begitu ganteng.
"(Anak saya) punya mata yang besar dan hidung yang mancung. Ayahnya memang tidak cukup ganteng dan sangat berbeda wajahnya," kata Zhang kepada Kan Kan News seperti dilansir Daily Mail, Rabu (2/8).
Video
Pertikaian Zhang dengan suaminya pun muncul. Seiring bertambahnya usia Wang Ye, sang ayah semakin curiga bahwa anak yang selama ini dibesarkannya bukanlah anak biologisnya. Perdebatan yang semakin panjang itu membuat ayah dan ibu Wang Ye bercerai tahun 2004.
ADVERTISEMENT
Tujuh tahun berselang, rasa penasaran sang ayah rupanya belum sirna. Pada tahun 2011, ia mengajak Wang Ye dan juga mantan istrinya, Zhang untuk ikut tes DNA.
Hasil mengejutkan didapat dari tes DNA itu. Menurut keterangan dari hasil tes, Wang Ye ternyata tak memiliki hubungan darah dengan ayah ataupun ibunya.
"Hal tersebut tentu membuat kami terkejut. Sulit dipercaya rasanya bahwa selama ini kami membesarkan anak yang ternyata bukan darah daging kami. Sulit menerima kenyataan itu," ujar Zhang.
Merasa tidak yakin akan hasil tes DNA itu, tahun 2016 Wang dan kedua orang tuanya kembali melakukan tes DNA. Hasilnya pun sama.
Seorang Ayah di China Minta Tes DNA karena Anaknya Terlalu Ganteng (89524)
Ilustrasi Tes DNA (Foto: Pixabay)
Zhang percaya bahwa anaknya tertukar saat ia melahirkan di Shanghai First Maternity and Infant Hospital, bulan Februari 1989.
ADVERTISEMENT
Ia kemudian meminta pihak rumah sakit bertanggung jawab akan hal tersebut. Namun ternyata, pihak rumah sakit kehilangan dokumen kelahiran bayi di tahun itu.
Zhang berkukuh ingin menemukan anak kandungnya dan membantu Wang Ye bertemu dengan orang tua biologisnya. Atas kejadian ini, ia juga meminta kompensasi kepada pihak rumah sakit sebesar 1,3 juta yuan, atau sekitar Rp 2,5 miliar.
Seorang Ayah di China Minta Tes DNA karena Anaknya Terlalu Ganteng (89525)
Ilustrasi ruangan bayi di rumah sakit. (Foto: Thinkstock)
Pihak rumah sakit akhirnya memberikan keterangan pada 28 Juli lalu. Mereka mengatakan, telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus terebut dan akan berusaha sekuat tenaga untuk mengungkap kebenaran dari kejadian itu.
Pihak rumah sakit juga mengatakan bahwa mereka bersimpati kepada Wang Ye dan kedua orang tuanya. Oleh karenanya, mereka siap bertanggung jawab jika penyelidikan menunjukkan bahwa mereka bersalah.
ADVERTISEMENT