kumparan
18 Apr 2019 17:31 WIB

Balapan Ngiderin Jakarta: Kompetisi Unik dari BRIZZI dan kumparan

com-Aksi para peserta Balapan Ngiderin Jakarta saat mencari rute menuju pos berikutnya Foto: Maghfiro Ridho/kumparan
Ada yang berbeda di dalam Museum Sejarah Jakarta di kawasan Kota Tua pada Sabtu (13/4) kemarin. Ada kursi-kursi dan sebuah layar yang terpasang di ruangan tengah museum. Juga sekelompok anak muda dengan wajah-wajah yang tampak lelah namun puas duduk-duduk di sana.
ADVERTISEMENT
Mereka tentu saja bukan pengunjung museum biasa. Anak-anak muda ini adalah para peserta Balapan Ngiderin Jakarta, sebuah kompetisi unik hasil kerja sama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI lewat produk uang elektroniknya, BRIZZI, dan kumparan (kumparan.com). Museum Sejarah Jakarta adalah titik akhir balapan tersebut, dan anak-anak muda itu baru saja menyelesaikan tantangan yang tak mudah sejak pagi.
Meski berjudul balapan, Balapan Ngiderin Jakarta bukanlah balapan biasa. Tidak hanya menuntut para pesertanya bergerak cepat untuk berpindah-pindah tempat, BRIZZI, kumparan, dan Komunitas Historia Indonesia, yang digandeng untuk menyelenggarakan kompetisi ini, juga menantang para peserta untuk berpikir cepat untuk bisa memecahkan berbagai teka-teki yang diberikan di sepanjang balapan.
com-Aksi para peserta Balapan Ngiderin Jakarta saat berusaha memecahkan teka-teki yang diberikan panitia Foto: Maghfiro Ridho/kumparan
Teka-tekinya pun bukan sekadar teka-teki. Untuk bisa sampai ke pos-pos yang harus didatangi, ke-50 peserta kompetisi ini, yang dibagi menjadi 10 kelompok, harus bisa menjawab berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan kota Jakarta. Salah menebak teka-teki yang diberikan, nyasar pun jadi imbasnya. Tapi justru hal itulah yang membuat Balapan Ngiderin Jakarta menjadi menarik.
ADVERTISEMENT
“Acaranya seru banget menurutku. Have fun games gitu karena pertama kita seru-seruan tebak teka-teki tempat dengan clue yang gampang-gampang susah. Tantangan di setiap pos juga beragam dan menarik,” tutur Zahrah, salah satu peserta balapan yang tergabung dalam tim BRI Touch.
Untuk berkeliling Jakarta mengunjungi pos-pos yang sudah ditentukan, peserta dapat menggunakan BRIZZI yang diberikan. Dengan BRIZZI, para peserta dapat membayar keperluan transportasi, pembelian air minum di minimarket, hingga membeli makan siang di salah satu pos di Sarinah.
com-BRIZZI selalu digunakan para peserta Balapan Ngiderin Jakarta sepanjang kompetisi Foto: Maghfiro Ridho/kumparan
“Lewat kegiatan ini peserta dapat merasakan langsung berbagai kemudahan yang dimiliki BRIZZI sebagai salah satu alat pembayaran. BRIZZI merupakan salah satu produk BRI yang menjawab kebutuhan masyarakat akan alat pembayaran yang praktis, nyaman, dan tentu saja aman,” kata Corporate Secretary Bank BRI, Bambang Tribaroto, mengenai acara ini.
ADVERTISEMENT
Total, ada lima pos utama dan satu pos bonus yang harus dikunjungi para peserta di sepanjang race. Menariknya, sebagian besar pos yang harus dikunjungi oleh peserta adalah museum, sedangkan dua lainnya juga punya cerita sejarah penting dalam perjalanan Republik Indonesia.
Museum pertama yang dikunjungi oleh para peserta adalah Museum Nasional, yang juga menjadi tempat dibukanya acara. Kemudian para peserta juga harus berkunjung ke Museum Wayang, Museum Bahari, dan terakhir Museum Sejarah Jakarta. Selain museum-museum tersebut, Balapan Ngiderin Jakarta juga menuntut para peserta untuk berkunjung ke Sarinah, yang diambil dari nama pengasuh Ir. Soekarno, dan daerah Stasiun Cikini, tempat Bung Karno pernah dilempar granat.
com-Aksi para peserta Balapan Ngiderin Jakarta saat berusaha memecahkan tantangan diberikan panitia Foto: Maghfiro Ridho/kumparan
Bukan tanpa alasan Balapan Ngiderin Jakarta menuntut para pesertanya mengunjungi tempat-tempat tersebut. Dengan menggandeng Komunitas Historia Indonesia, Balapan Ngiderin Jakarta memang juga mendorong para peserta untuk lebih mengenal dan menghargai sejarah Indonesia, terutama dengan banyaknya tempat-tempat bersejarah di Jakarta.
ADVERTISEMENT
"Tidak sekedar kompetisi, kegiatan ini dilakukan di tempat-tempat yang dapat meningkatkan wawasan kita tentang sejarah Indonesia,” ungkap Bambang.
“Hal positif yang bisa didapetin dari games itu kita jadi tahu dan bisa kunjungin museum baru yang mungkin sebelumnya belom pernah kita tahu dan main ke sana,” aku Zahrah.
Di Museum Sejarah Jakarta juga tiga tim pemenang Balapan Ngiderin Jakarta diumumkan. Tim BRI Prioritas sukses berada di posisi pertama setelah mengumpulkan 1330 poin dan sukses merebut hadiah Tabungan BritAma sebesar Rp 7,5 juta. Posisi kedua direbut oleh tim BRIZZI yang, meski sama-sama mengumpulkan 1260 poin dengan tim BRImo yang berada di posisi ketiga, unggul dalam hal waktu penyelesaian balapan.
com-Para peserta Balapan Ngiderin Jakarta oleh BRIZZI dan kumparan berfoto bersama di Museum Sejarah Jakarta, Sabtu (13/4) Foto: Maghfiro Ridho/kumparan
Tim BRIZZI pun berhak membawa pulang hadiah Tabungan BritAma sebesar Rp 5 juta, sementara tim BRImo mendapatkan hadiah Tabungan BritAma sebesar Rp 2,5 juta. Sedangkan untuk pemenang kategori media sosial yang membawa pulang hadiah individu sebesar Rp 5 juta direbut oleh Anak Agung Jeje (@anakagungjeje), berkat Instagram Story-nya di sepanjang balapan yang tak hanya informatif, namun dikemas dengan menarik.
ADVERTISEMENT
Zahrah, yang timnya, BRI Touch, finis di posisi keempat, memang gagal membawa pulang hadiah. Meski begitu, ia tetap merasa gembira karena mendapatkan banyak teman baru dari kompetisi ini.
“Tadinya aku agak ragu karena teman-temanku lain yang juga daftar enggak lolos, cuma aku yang lolos,” ungkap Zahrah. “Tapi ternyata malah dapet teman-teman baru.”
Artikel ini merupakan hasil kerja sama dengan Bank BRI
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan