kumparan
18 Maret 2019 12:01

Cerita Mahasiswi ITS yang Wisuda di Atas Kursi Roda

Mahasiswi ITS yang Hadiri Wisuda di Kursi Roda
Ottidilia Nur Laily, Mahasiswi ITS yang Hadiri Wisuda di Atas Kursi Roda Foto: Dok. ITS News
Wisuda menjadi momentum yang paling bermakna dan paling ditunggu-tunggu bagi mahasiswa. Enggak terkecuali untuk Ottidilia Nur Laily, salah satu wisudawan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang menghadiri wisudanya meski menggunakan kursi roda.
ADVERTISEMENT
Otid, sapaan akrabnya, mengatakan sebelumnya ia sempat memutuskan untuk enggak hadir wisuda karena kondisinya yang harus duduk di kursi roda setelah mengalami kecelakaan sepeda motor. Namun karena bujukan ibunya, ia akhirnya memutuskan untuk tetap datang ke upacara wisuda.
“Ibu saya mengatakan kalau perjuangan saya selama kuliah di ITS enggaklah mudah. Oleh karena itu, sayang jika saya enggak hadir pada puncak perjuangan saya ini,” ujar mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan sarjananya di Desain Produk Industri (Despro) itu, dilansir laman resmi ITS.
Kehadiran Otid kemudian mendapat apresiasi tinggi Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD. Ia terharu lantaran meskipun dalam keadaan sakit, Otid tetap menghadiri acara wisudanya.
“Ini adalah contoh mahasiswa yang kuat dan tegar, jarang sekali ada anak muda yang sekuat ini,” tutur dia.
ADVERTISEMENT
Perjuangan Otid selama kuliah memang enggak mudah. Banyak halangan dan rintangan, seperti saat ia sempat dinyatakan enggak lulus dalam tahap persiapan, hingga memupuskan harapannya untuk lulus tepat waktu.
“Di Despro jika mata kuliah dasar tidak lulus maka enggak bisa mengambil mata kuliah selanjutnya,” jelas cewek asal Probolinggo ini.
Selain kuliah, Otid juga disibukkan dengan kegiatannya meliput berita di ITS Online, sebuah media jurnalistik resmi milik kampus yang berada di Surabaya, Jawa Timur itu. Enggak cuma itu, dia juga berbisnis tas kuliah yang didesain sendiri.
Karena itulah, Otid benar-benar memanfaatkan waktunya dari pagi sampai sore hari di kampus agar dapat menyelesaikan tugas kuliah, hingga memenuhi kewajibannya sebagai reporter pada saat itu.
ADVERTISEMENT
“Di Despro sering kali saya mendapatkan tugas yang mengharuskan saya untuk bolak-balik keluar kota, itu yang terkadang memberatkan,” kenangnya.
Meski sibuk, Otid tetap semangat karena selalu ingat dengan pesan almarhum ayahnya yang meminta dia bersungguh-sungguh menjalani kuliah, agar mampu meraih predikat sarjana. Hingga akhirnya pada tahun ini, Otid lulus setelah menjalani kuliah selama 5,5 tahun.
Menanggapi kelulusan putrinya, Maidah --ibu kandung Otid-- merasa bangga dengan kelulusan putrinya. Apalagi bisnis tas kulit milik Otid rencananya akan diproduksi secara massal, bahkan diekspor ke luar negeri. Ia juga sudah mendapatkan investor yang akan membiayai usahanya ini.
“Selama pekerjaan yang ia geluti dapat bermanfaat bagi orang lain, saya akan selalu mendukungnya,” tegas Maidah.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan