Cover Lagunya Yura Yunita Pakai Bahasa Isyarat, Mahasiswa Ini Juara Nasional

Millennialverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wafi Erena, Andika Arfiana Putri, Aulia Yumna Zharifah, dan Yasmine Raudhah dok UNS
zoom-in-whitePerbesar
Wafi Erena, Andika Arfiana Putri, Aulia Yumna Zharifah, dan Yasmine Raudhah dok UNS

Empat mahasiswa Pendidikan Khusus (PKh) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, meraih juara dua pada lomba cover lagu bahasa isyarat tingkat nasional.

Ajang ini digelar oleh Pusat Layanan Disabel (PLD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Semua rangkaian kegiatan lomba dilaksanakan secara daring.

Keempat mahasiswa yang mencetak prestasi tersebut adalah Wafi Erena, Andika Arfiana Putri, Aulia Yumna Zharifah, dan Yasmine Raudhah.

kumparan post embed

Tidak ada ketentuan khusus terkait lagu apa yang di-cover. Maka, memilih lagu Tenang milik Yura Yunita.

Yasmine bilang lagu itu sesuai dengan kondisi mereka saat itu.

“Kami mengambil lagu ini karena sesuai dengan kondisi kami yang sedang hectic saat itu karena bertepatan dengan pekan ujian akhir semester (UAS). Dalam teknisnya, kami melakukan syuting sendiri di rumah atau masing-masing sesuai bagian-bagian yang telah ditentukan,” terangnya, dilansir laman UNS.

Belajar Bahasa Isyarat secara Otodidak

Ilustrasi bahasa isyarat dok Photo by cottonbro from Pexels
kumparan post embed

Soal bahasa isyarat, Yasmine dan kawan-kawannya belajar secara otodidak dari YouTube. Selain itu, mereka meminta bantuan dari kakak tingkat mengenai beberapa kosakata yang tidak diketahui.

Setelah melalui pembelajaran dan menggarap video selama empat hari, akhirnya mereka dinyatakan sebagai pemenang ke-2.

Yasmine merasa senang dan terkejut atas pencapaian ini.

“Pastinya kaget dan senang sekali karena sebelumnya emang agak enggak yakin. Apalagi kami masih mahasiswa semester dua yang butuh belajar untuk menguasai bahasa isyarat. Tapi alhamdulillah, dikasih kesempatan untuk menang dan menjadi karya terbaik ke-2,” tuturnya.

kumparan post embed

Dia menambahkan harapannya agar bahasa isyarat lebih populer di masyarakat.

"Semoga dengan banyaknya karya-karya seperti ini, membuat masyarakat bisa menghargai penggunaan bahasa isyarat dan menjadikannya lebih dikenal dan menarik banyak orang untuk mempelajarinya,” kata Yasmine.