kumparan
9 Sep 2017 16:29 WIB

Ditinggal Bekerja, Rumah Keluarga Rusia Ini Berubah Jadi Jalan Raya

Rumah Udalov sudah berubah menjadi jalan. (Foto: Youtube)
Sebuah keluarga imigran yang tinggal di Nizhny Novgorod, Rusia terkejut karena menemukan rumah mereka sudah hilang dan digantikan dengan jalan raya. Tak terima, mereka menuntut pemerintah untuk membayar denda.
ADVERTISEMENT
Dilansir odditycentral.com, keluarga Udalov memang sering meninggalkan rumah mereka di desa Zavod hingga berbulan-bulan untuk bekerja di dekat kota Nizhny Novgorod. Meski sering ditinggalkan, namun keluarga ini pasti kembali untuk menikmati liburan singkat di rumah tersebut.
Sayang, kali ini saat mereka pulang, rumah kesayangan mereka tak lagi ada. Rumah itu digusur tanpa sepengetahuan keluarga dan berubah menjadi jalan aspal.
Rupanya otoritas setempat menggusur rumah keluarga Udalov untuk membuat jalan raya. Yang menyedihkan sisa barang-barang rumah keluarga itu dibiarkan begitu saja di pinggir jalan.
Karena kesal, Valeria Udalov dan sang suami memblokir jalan dengan kayu. Aksi mereka ini menarik perhatian media setempat. Mereka bahkan membangun tenda di sekitar jalan tersebut. Mereka berjanji akan terus melakukan aksi itu hingga pemerintah bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
Video
Udalov mengklaim mereka sudah mengirimkan surat-surat resmi kepemilikan rumah sebagai bukti, namun belum menerima jawaban yang memuaskan. Sementara otoritas setempat mengaku keluarga itu bersalah karena rumahnya ditinggal terlalu lama, dan menghubungi mereka soal penggusuran adalah hal yang mustahil.
Tentu jawaban otoritas setempat ini makin membuat Udalov marah. Meski kemudian pemerintah setempat merilis ulang pernyataan mereka, namun Udalov sudah kepalang kesal.
"Kami menolak untuk menghentikan aksi sebelum diberi kompensasi yang benar untuk rumah kami," ujar Udalov pada media lokal.
Valeria Udalov yang rumahnya digusur. (Foto: Youtube)
Proyek pembangunan jalan tersebut memang melewati properti bangunan milik Udalov, namun pihak pembangun tidak memberikan informasi terkait penggusuran dan tidak menginformasikan kepada para pekerja bahwa rumah tersebut belum diproses oleh pemerintah. Tak heran jika para pekerja menganggap rumah itu sudah diambil alih pemerintah sehingga meruntuhkan bangunan milik Udalov.
ADVERTISEMENT
Keluarga Udalov menuntut 62.000 dolar AS atau sekitar Rp 818 juta dari pemerintah daerah sehingga mereka bisa membangun rumah baru.
Pihak berwenang Nizhny Novgorod mengatakan kepada media Rusia bahwa mereka saat ini sedang menyelidiki kasus tersebut dan akan mengambil keputusan dalam waktu dekat.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan