Entertainment
·
16 Juni 2021 9:40
·
waktu baca 3 menit

Gagal SBMPTN Bukan Akhir Segalanya, Yuk Move On dengan Cara Ini!

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Gagal SBMPTN Bukan Akhir Segalanya, Yuk Move On dengan Cara Ini! (167691)
searchPerbesar
Ilustrasi gagal SBMPTN. Foto: Shutterstock
Meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi merupakan impian banyak orang, termasuk para siswa SMA tingkat akhir yang akan segera berhadapan dengan dunia perkuliahan. Beberapa siswa SMA pun berlomba mengikuti ujian saringan masuk universitas negeri terbaik dengan jurusan pilihan.
Hal ini membuat mereka rela pulang lebih lama untuk mendapatkan pelajaran tambahan atau mengikuti kursus hingga mengulang kembali pelajaran sesampainya di rumah. Tidak sedikit siswa yang justru mengisi liburannya dengan mengerjakan soal-soal prediksi ujian maupun hal lain yang memperbesar peluang diterima di PTN.
Meski telah melakukan semua cara, terkadang harapan tak selalu sejalan dengan kenyataan. Ada kalanya perjuangan ini mendapatkan hasil yang tidak diinginkan, contohnya tidak lolos seleksi PTN impian.
Apakah kamu salah satunya? Rasa sedih dan kecewa gagal lolos seleksi PTN memang wajar, namun jangan dibiarkan terlalu lama. Masuk PTN bukanlah satu-satunya jalan untuk meraih cita-cita, kok! Selagi masih muda, kamu bisa melakukan banyak hal yang lebih berguna.
Apa saja?

1. Tekuni Hobi

Gagal SBMPTN Bukan Akhir Segalanya, Yuk Move On dengan Cara Ini! (167692)
searchPerbesar
Ilustrasi hobi melukis. Foto: Shutterstock
Selain mengisi waktu luang, melakukan hobi juga dapat membantu melepaskan stres akibat gagal seleksi SBMPTN. Kamu bisa melakukan aktivitas yang disukai seperti mendengarkan musik, membaca buku, melukis, menari dan hal lainnya yang dapat meningkatkan mood.
Mood yang baik akan memudahkanmu untuk berpikir lebih jernih dalam merencanakan masa depan. Jika ditekuni dengan baik, bukan tidak mungkin hobi ini akan membawamu meraih pekerjaan impian.

2. Ambil waktu untuk liburan

Gagal SBMPTN Bukan Akhir Segalanya, Yuk Move On dengan Cara Ini! (167693)
searchPerbesar
Ilustrasi berlibur keliling Indonesia. Foto: Shutterstock
Menjalani semua proses agar diterima di PTN pilihan dapat membuatmu penat. Tidak jarang burnout menghampiri, kondisi kelelahan mental dan fisik dari stres yang berkepanjangan ini akan membuatmu kurang produktif. Salah satu cara untuk mencegah burnout adalah dengan beristirahat sejenak dari aktivitas sehari-hari.
Kamu bisa ambil waktu untuk liburan selama beberapa hari atau menenangkan diri dengan caramu sendiri. Tidak perlu pergi ke tempat yang jauh, jika kamu merasa puas dengan berolahraga atau berjalan-jalan sendirian, lakukan saja.

3. Menjajal pengalaman magang

Gagal SBMPTN Bukan Akhir Segalanya, Yuk Move On dengan Cara Ini! (167694)
searchPerbesar
Ilustrasi magang. Foto: Shutterstock
Musim ujian masuk perguruan tinggi tidak selalu ada. Akibatnya, waktu luang setelah ditolak PTN membuatmu mati gaya. Cobalah untuk mengisi waktu luang tersebut dengan magang. Meski kamu belum kuliah, tidak ada salahnya terjun langsung ke dunia kerja sebagai untuk menambah pengalaman.
Pengalaman magang akan membantumu belajar banyak hal soal dunia pekerjaan. Magang akan menjadi nilai lebihmu saat lulus kuliah atau menjadi batu loncatan bekerja ketika memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan setelah lulus SMA.

4. Belajar secara efektif dan tepat sasaran

Gagal SBMPTN Bukan Akhir Segalanya, Yuk Move On dengan Cara Ini! (167695)
searchPerbesar
Ilustrasi belajar. Foto: Shutterstock
Gagal masuk PTN tujuan bukanlah akhir dari segalanya. Kamu bisa mempersiapkan diri untuk masuk perguruan tinggi lainnya dengan lebih baik meski di jalur berbeda. Ada banyak jalur untuk masuk universitas yakni mandiri, regular hingga beasiswa. Sambil menunggu waktu ujian, persiapkan diri belajar dengan efektif dan tepat sasaran.
Cari tahu informasi mengenai tes apa saja yang akan diujikan dari perguruan tinggi tersebut. Pelajari bentuk soal prediksi tes dengan baik sehingga pembelajaran pun tepat sasaran. Belajarlah materi prediksi tes sesuai kemampuan. Atur waktu untuk belajar agar kamu tidak mengalami burnout karena memaksakan belajar secara berlebihan.
Nah, sambil belajar kamu bisa mencari opsi lain untuk kuliah. Daripada menunggu satu tahun tanpa progres dan hasil, tak ada salahnya memilih pendidikan di universitas swasta. Tidak diragukan lagi, kualitas perguruan tinggi swasta (PTS) tidak kalah dengan PTN. Salah satu universitas yang bisa kamu pilih adalah Universitas Gunadarma.
Gagal SBMPTN Bukan Akhir Segalanya, Yuk Move On dengan Cara Ini! (167696)
searchPerbesar
Universitas Gunadarma. Foto: dok. Universitas Gunadarma
Kampus dengan akreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) ini memiliki 3 jenjang kuliah mulai dari Diploma (D3), Sarjana (S1) dan Magister (S2). Perguruan tinggi ini memiliki kurikulum perkuliahan yang up-to-date dengan mata kuliah unggulan yakni Artificial Intelligence (AI).
Tak hanya itu, jenjang Doktoral (S3) juga tersedia dengan 3 jurusan unggulan yakni ilmu ekonomi, teknologi informasi dan ilmu psikologi. Satu kampus dengan jenjang lengkap untuk masa depan yang lebih baik.
Gagal SBMPTN Bukan Akhir Segalanya, Yuk Move On dengan Cara Ini! (167697)
searchPerbesar
Fasilitas kampus di Universitas Gunadarma. Foto: dok. Universitas Gunadarma
Mau coba belajar mata kuliah dari jurusan lain? Program lintas fakultas dan prodi selama 14 pertemuan akan membantumu merasakan pengalaman kuliah yang berbeda. Fasilitas lengkap dan terkini seperti teknologi Supercomputer DG X dan DG A 100 memudahkanmu mengakses jutaan data selama kuliah.
Dengan biaya kuliah yang terjangkau dan program beasiswa, semua calon mahasiswa dapat meneruskan pendidikan sesuai passion. Apapun cita-citamu, Universitas Gunadarma dapat membantu mewujudkannya.
Gagal SBMPTN Bukan Akhir Segalanya, Yuk Move On dengan Cara Ini! (167698)
searchPerbesar
Fasilitas kampus di Universitas Gunadarma. Foto: dok. Universitas Gunadarma
Tunggu apa lagi, penerimaan mahasiswa baru di kampus berbasis teknologi Universitas Gunadarma masih terbuka hingga Juli 2021, lho! Registrasi sekarang dengan membeli formulir pendaftarannya di sini.
Artikel ini merupakan kerja sama dengan Universitas Gunadarma
-
Reporter: Rima Mustika