Entertainment7 Juli 2018 16:55

Gitaris Mastodon: Musik Streaming Bisa Membuat Musisi Menghilang

Konten Redaksi kumparan
Gitaris Mastodon: Musik Streaming Bisa Membuat Musisi Menghilang (94838)
Mastodon (Foto: Wikimedia Commons)
Ibarat pisau bermata dua, perkembangan teknologi dalam industri musik tak hanya mampu membawa pengaruh baik bagi para musisi dalam hal penciptaan karya, namun juga punya pengaruh yang cenderung berpotensi negatif. Salah satunya adalah dengan kehardiran tren musik streaming.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut diungkapkan oleh gitaris band heavy metal, Mastodon, Bill Kelliher saat berbicara dalam podcast Let There Be Talk beberapa waktu lalu. Menurutnya, kehadiran musik streaming dapat perlahan namun pasti membuat para musisi "menghilang", apabila tren tersebut tak dibarengi dengan keberadaan sistem legal yang mampu mengimbangi hak para musisi, khususnya di Amerika Serikat.
"Masalahnya adalah belum ada legislasi untuk mengimbangi (hak) para musisi sejak 1972. Itulah mengapa saya dan Brann Dailor (drummer Mastodon) -sebagai anggota dari The Recording Academy dan The Grammy Academy- diminta untuk melobi peraturan modernisasi musik. Kami melakukannya beberapa bulan lalu dan berhasil lolos dengan suara yang bulat," tutur Kelliher, dikutip dari Loudersound.
Gitaris Mastodon: Musik Streaming Bisa Membuat Musisi Menghilang (94839)
Platform streaming musik Spotify. (Foto: Christian Hartmann/Reuters)
Peraturan ini nantinya diproyeksikan akan membawa pengaruh terhadap pembayaran royati digital bagi para penulis lagu dan musisi secara lebih baik. Kabarnya, peraturan tersebut kini sudah berhasil sampai ke tahapan Senat di Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
"Apabila hal ini (sistem royalti digital yang lama) terus berlanjut, para musisi akan menghilang karena kami tak bisa tampil lagi. Banyak orang yang terlibat di balik lagu yang kamu dengar di radio. Saya hanya bisa berbicara untuk genre saya dan orang-orang yang tahu bagaimana kami melakukannya," ungkapnya.
Menurutnya, sistem yang ada saat ini membuat mereka cukup sulit untuk berkutik. Sebab, setelah mereka merilis karya ke internet, karya tersebut menjadi seolah-olah dirilis dengan gratis, dan mereka tak bisa menghasilkan uang dari hal tersebut.
"Perusahaan rekaman sedang putus asa. Mereka tak tahu apa yang harus dilakukan karena sudah sepenuhnya menyerahkan kuncinya kepada 'kerajaan', yakni Apple, Spotify, dan Pandora," ungkapnya.
"Jangan salah paham, saya memilih bidang ini karena yang saya bisa lakukan adalah bermain gitar dan menulis musik dan saya suka melakukannya. Tapi ketika kamu bisa melihat apa yang ada di belakang layar, banyak orang yang meletakkan tangannya di dalam kantong para musisi. Kamu harus lebih pintar, karena mereka mencoba untuk merobeknya di mana saja," tutupnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white