kumparan
search-gray
Entertainment1 Januari 2020 14:16

Hulu Garap Film Dokumenter tentang Greta Thunberg

Konten Redaksi kumparan
Greta Thunberg (PTR)
Greta Thunberg Foto: Nicholas Kamm / AFP
Kalau Presiden Amerika Serikat Donald Trump marah karena Greta Thunberg menjadi 'Person of the Year 2019' versi majalah Time, maka tunggu sampai dia tahu bakal ada film dokumenter soal aktivis muda itu.
ADVERTISEMENT
Yap, platform streaming film dan serial, Hulu, lagi menggarap film dokumenter tentang Greta Thunberg. Ceritanya tentu aja tentang keberaniannya selama ini untuk menyuarakan masalah lingkungan.
Agustus 2018 menjadi awal Greta melaksanakan kampanye 'Climate Strike' secara rutin, sendirian. Dia bolos sekolah tiap Jumat untuk demo di depan gedung Parlemen Swedia.
Dia bawa poster bertuliskan 'School strike for the climate' yang artinya 'Mogok sekolah demi iklim'. Dia juga membagikan pamflet yang menyindir orang dewasa karena enggak bisa mengambil langkah buat mengamankan masa depan anak-anak.
Film ini diberi judul 'Greta' dan disutradarai oleh sineas asal Swedia, Nathan Grossman. Proses syuting udah dimulai sejak akhir Mei 2019. Menurut IMDb, kini film tersebut udah di tahap pascaproduksi, dan akan dirilis di 2020.
Ilustrasi Greta Thunberg oleh Indra Fauzi/kumparan
Ilustrasi Greta Thunberg oleh Indra Fauzi/kumparan
Sebelumnya, Greta Thunberg dinobatkan sebagai 'Person of the Year 2019' versi majalah Time karena dianggap telah menginspirasi generasi muda dalam menghadapi darurat perubahan iklim. Ia menjadi tokoh termuda yang mendapatkan penghargaan ini.
ADVERTISEMENT
"Dalam 16 bulan sejak (aksi protesnya dimulai), dia telah berbicara kepada sejumlah kepala negara di PBB. Bertemu dengan Paus (Fransiskus), berdebat dengan Presiden Amerika Serikat (Donald Trump), dan menginspirasi 4 juta orang untuk bergabung dalam aksi mogok (perubahan) iklim global," tulis majalah Time.
Atas aksinya yang menginspirasi jutaan orang dari seluruh dunia, Greta dinominasikan untuk 'Nobel Peace Prize 2019' oleh pemerintah Norwegia selaku penyelenggara Nobel.
“Dia berhasil menggerakkan orang-orang buat sadar kalau krisis iklim itu nyata dan bisa berakibat terjadinya perang, konflik berkepanjangan, dan pengungsi akibat tanah yang enggak layak untuk ditinggali,” ujar Freddy André Øvstegård, politisi sosialis Norwegia kepada The Guardian.
Greta Thunberg juga diundang jadi pembicara dalam 'UN Youth Climate Summit', 21 September lalu di New York, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white