kumparan
11 Maret 2019 10:12

Kemenperin Fasilitasi 400 Ribu Siswa SMK Lewat Program Vokasi

Gebyar SMK Jakarta Utara
Para siswa memperlihatkan cara kerja produk hasil kreativitas mereka yang ditampilkan di Gebyar SMK 2019, Jakarta Utara, Rabu (23/1). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah memfasilitasi lebih dari 400 ribu siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengikuti program pendidikan vokasi yang link and match dengan industri. Program pendidikan vokasi ini telah menjangkau wilayah Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi.
ADVERTISEMENT
Program yang diadakan sejak 2017 tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sekaligus dapat mengurangi angka pengangguran.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri, pada Agustus 2018 tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari lulusan SMK mengalami penurunan. Di 2017, TPT lulusan SMK sebesar 11,41 persen, dan merosot menjadi 11,24 persen di 2018.
“Mereka disiapkan agar bisa langsung bekerja setelah lulus, karena telah memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan di dunia industri saat ini,” kata Koordinator Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Mujiyono, dikutip dari laman resmi Kemenperin.
Para siswa SMK ini akan mendapatkan pembelajaran yang porsinya 70 persen praktik dan 30 persen teori. Mujiyono menyebutkan, pihaknya telah melibatkan sebanyak 2.350 SMK dan 899 perusahaan dengan total perjanjian kerja sama mencapai 4.351 yang telah ditandatangani.
ADVERTISEMENT
“Dalam perjanjian kerja sama tersebut, satu SMK dapat dibina oleh beberapa perusahaan sesuai kebutuhan dan kejuruan yang diinginkan. Setiap SMK rata-rata ada 200 siswa,” jelasnya.
Untuk target di 2019, sebanyak 2.685 SMK dapat dibina atau menjalin kerja sama dengan industri. Upaya ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing SDM Indonesia.
“Kami akan terus lanjutkan, karena antusiasmenya baik dari SMK maupun industri sangat tinggi. Pada Maret ini, akan diluncurkan lagi untuk wilayah Jawa Barat,” kata Mujiyono.
“Selain itu, kami optimistis, program pendidikan vokasi link and match antara SMK dengan industri akan menekan angka pengangguran yang signifikan dari lulusan SMK,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan