kumparan
Entertainment17 April 2018 14:24

Kendrick Lamar, Musisi Non-Jazz dan Klasikal Pertama Pemenang Pulitzer

Konten Redaksi kumparan
Kendrick Lamar
Kendrick Lamar (Foto: Facebook @kendricklamar)
Rapper kenamaan asal Amerika Serikat, Kendrick Lamar, baru saja diumumkan sebagai salah satu pemenang penghargaan Pulitzer Prize untuk bidang musik pada Senin (17/4), atas album studio keempatnya yang dirilis pada April 2017 silam, bertajuk 'DAMN'.
ADVERTISEMENT
Pulitzer Prize merupakan sebuah penghargaan prestisius yang diberikan untuk pencapaian pada bidang jurnalisme cetak, sastra, serta musik sejak tahun 1917 silam. Penghargaan tersebut dinamai dari sosok jurnalis dan penerbit Hungaria-Amerika bernama Joseph Pulitzer.
Dilansir Pitchfork, album yang berdurasi total 54 menit 54 detik itu, dianggap oleh Dewan Penilai memiliki "koleksi lagu virtuoso (berteknik tinggi) yang dipersatukan oleh keaslian vernakular dan dinamisme ritmis yang menawarkan berbagai sketsa berpengaruh yang menangkap kompleksitas kehidupan Afrika-Amerika modern".
Penghargaan yang diterima rapper berusia 30 tahun tersebut, sekaligus menjadi momentum awal bagi seseorang yang notabene bukan merupakan musisi jazz atau musik klasikal, untuk bisa memenangkan Pulitzer Prize.
Dana Candey, Administrator sekaligus Anggota Dewan Pulitzer Prize, mengatakan bahwa proses perbedebatan di antara para Dewan Penilai untuk menentukan siapa yang pantas memenangkan penghargaan tersebut berlangsung cukup alot. Tidak hanya dalam musik, namun dalam semua kategori yang diberikan.
ADVERTISEMENT
"Kamu akan takjub apabila melihat bagaimana Dewan Penilai ini sedang bekerja; mereka (bekerja) sangat serius dalam setiap karya yang mereka pertimbangkan," ucapnya dikutip dari laman Billboard.
"Dalam kasus ini, mereka mempertimbangkan sebuah karya musik yang dirasa memiliki pengaruh hip-hop dan mengatakan, 'Apabila kita membertimbangkan sebuah musik yang memiliki pengaruh hip-hop, mengapa kita tidak mempertimbangkan hip-hop?' Dan seseorang mengatakan, 'Itulah tepatnya yang harus kita lakukan.' Dan seseorang lagi mengatakan 'Kita harus mempertimbangkan Kendrick Lamar" dan satu kelompok berkata 'tentu saja'," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan