#LebihBijak Mengatur Keuangan di Tengah Pandemi

20 Mei 2020 19:10 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
com-Ilustrasi menabung Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi menabung Foto: Shutterstock
Pandemi COVID-19 telah mengubah banyak hal dalam kebiasaan dan kehidupan sehari-hari. Anjuran untuk physical distancing pun berdampak pada sistem kerja yang didorong untuk dikerjakan dari rumah (work from home).
Kondisi ini tak ayal berdampak pada berbagai industri dan ekonomi secara menyeluruh. Demi bisa bertahan, berbagai upaya efisiensi pun diambil perusahaan, yang berakibat pada pendapatanmu yang kian penuh ketidakpastian.
Nah, di tengah kondisi tersebut, kamu harus lebih bijak dalam mengatur keuangan. Tapi bagaimana caranya? Tenang, perencana keuangan Bareyn Mochaddin berikan tipsnya berikut ini
Hindari Menambah Utang
com-Ilustrasi menolak utang Foto: Shutterstock
Dalam kondisi normal, membuat utang baru seringkali menjadi pilihan dalam mengatasi selisih antara pendapatan dan pengeluaran. Namun, di tengah ketidakpastian, terutama dari sisi penghasilan, hindari membuat utang baru, ya.
Utang baru justru akan menjadi beban keuangan di masa depan. Pikirkan cara lain. Tempatkan keputusan menambah utang di urutan paling terakhir dalam skala prioritasmu.
Petakan Aset Keuangan Berdasarkan Situasi dan Kondisi
com-Ilustrasi seorang wanita sedang membuat list pengeluarannya Foto: Shutterstock
Lihat dan hitung kembali semua aset kamu hari ini. Petakan secara detail jumlah simpanan dan tabungan kamu, aset yang sudah dimiliki, serta beragam investasi yang pernah dilakukan.
Dari sana, kamu akan memiliki gambaran yang lebih utuh dan komprehensif. Adakah satu-dua pekerjaan atau investasi yang membuahkan penghasilan? Dana tersebut bisa dialokasikan untuk pengeluaran kamu sementara.
Ketahui Kebutuhan dan Buat Anggaran Detail
Perencanaan yang baik adalah setengah kesuksesan. Begitu juga dalam hal keuangan. Buatlah skala kebutuhan kamu dan berapa anggaran yang dibutuhkan untuknya. Catatlah anggaran tersebut dengan detail. kamu juga bisa membuat batas anggaran. Misalnya, belanja untuk kebutuhan pokok sehari-hari, dibatasi maksimal Rp 3 juta per bulan.
Dalam membuat anggaran, dahulukan kebutuhan pokok dan prioritas. Selain itu, sisir lagi semua pos pengeluaran bulan lalu. Pos pengeluaran apa yang bukan prioritas sehingga bisa dikurangi atau dihilangkan sementara? Apakah kamu dapat menjalankan kewajiban tanpa mengeluarkan uang untuk anggaran tersebut?
Setelah menentukan prioritas dan anggaran, kamu juga harus berkomitmen dan disiplin. Selama setidaknya satu bulan, usahakan, kamu mematuhinya. Jangan mudah mengubah anggaran untuk sesuatu yang tidak penting dan mendesak.
Berdamai dengan Gengsi
com-ilustrasi belanja Foto: Shutterstock
Sebelum membuat anggaran, kamu juga harus melakukan evaluasi. Dalam menyusun kebutuhan prioritas dan anggaran, kamu harus bisa menyingkirkan gengsi. Di tengah situasi sulit, kamu juga harus pandai menyesuaikan antara kebutuhan dan kemampuan keuangan. Buka semua peluang untuk mendapatkan barang atau jasa dengan harga yang lebih murah tanpa menyampingkan kualitas.
Singkirkan semua keinginan untuk membeli barang yang sifatnya tersier. Kesampingkan semua keinginan untuk tampil lebih keren dan menarik hanya demi unggahan media sosial.
Lakukan Evaluasi
Lakukan evaluasi atas pengeluaran yang telah dilakukan, lihat catatan keuangan apakah pengeluaran sesuai dengan rencana ataukah ada pengeluaran-pengeluaran siluman yang tidak pernah direncanakan? Ke depan, singkirkan pengeluaran siluman tersebut, jangan sampai diulang, agar kondisi keuangan kita tetap terjaga.
Memanfaatkan Diskon, Bukan Dimanfaatkan
Kamu bisa mencari dan menemukan berbagai cara untuk mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah. Bandingkan harga di berbagai e-commerce. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan berbagai program yang ditawarkan. Teliti dan gunakan semua kode promosi, status keanggotaan, cashback, atau promo gratis pengiriman yang sedang berlangsung.
Namun, kamu juga harus bijak dan teliti. Hindari penjual yang hanya memberikan diskon sebagai kamuflase untuk membeli lebih banyak. Pertimbangkan dan kembalikan pada rencana anggaran yang sudah kamu buat. Cobalah untuk disiplin dalam mematuhi setiap detailnya ya!
Kreatif
com-Ilustrasi berpikir Foto: Shutterstock
Masa pandemi dapat menjadi salah satu kesempatan untuk mengasah kreativitas dan keterampilanmu. Selama WFH, kamu bisa curi-curi waktu luang untuk mengasah keterampilan baru. Siapa tahu dari situ, kamu bisa mendapat penghasilan tambahan.
Berbagai platform pendidikan online atau perpustakaan tersedia untuk diakses tanpa biaya atau gratis. Para profesional yang mempunyai jam terbang tinggi juga sering membagikan berbagai pengalaman dan triknya melalui siaran langsung di media sosial.
Gunakan dan Simpan THR dengan Bijak
Di tahun-tahun sebelumnya, kamu terbiasa menggunakan THR untuk belanja dan memenuhi berbagai kebutuhan selama ramadhan dan hari lebaran. Akan tetapi, tidak ada satu pihak pun yang dapat menjamin kapan pandemi ini akan berakhir. Untuk itu, kelola dana THR yang kamu terima dengan bijak.
Kamu bisa menggunakan THR untuk kebutuhan pokok dan tidak bisa ditunda. THR juga bisa dialokasikan untuk membayar zakat fitrah dan sedekah di bulan Ramadhan.
Biasanya untuk zakat fitrah, sudah diatur jumlahnya. Lalu, jika kamu masih memiliki kelonggaran, tidak ada salahnya menambah porsi untuk sedekah, berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang membutuhkan.
Jika kamu termasuk orang yang rutin melakukan mudik pada saat Lebaran, maka tahun ini anggaran mudik bisa kamu simpan. Gunakan untuk menambah dana darurat atau menambah asuransi bagi Anda dan keluarga.
Jaga kondisi, tetap positif dan #LebihBijak dalam mengelola keuangan di masa pandemi!
Untuk tips #LebihBijak lainnya dapat dilihat di sini. Selamat mencoba!
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Sun Life Indonesia