kumparan
24 Desember 2019 15:05

Pesan dari Ilustrator 'Spiderman' buat Kamu yang Ingin Jadi Animator

animator 1.jpg
Chris Lie dok Megapro
Chris Lie, ilustrator asal Indonesia yang pernah menggarap G.I Joe, Iron Man, Spiderman, sampai Transformers, sempat mengajar animasi kepada para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Raden Umar Said di ICEFEST 2019.
ADVERTISEMENT
Di sana, Chris membuka kelas workshop bertajuk 'Digital Drawing'. Kepada para siswa SMK Raden Umar Said, ia menuturkan drawing dalam dunia animasi merupakan hal dasar yang perlu dipahami.
"Sebab, dari materi tahapan inilah para illustrator dapat merangkai kerangka berpikir sebelum menghasilkan sebuah karya," kata Chris, dari keterangan yang didapat kumparan, beberapa waktu lalu.
“Untungnya sekarang drawing menjadi lebih mudah karena saat ini, semuanya serba digital. Di sinilah saya ingin menunjukkan ke para siswa bedanya menggambar manual dengan digital, serta teknik apa aja yang bisa dilakukan dalam membuat sebuah karya animasi,” lanjut dia.
animator 2.jpg
Chris Lie dok Megapro
Menurut Chris Lie, adanya siswa yang khusus mempelajari animasi sejak dini, membuktikan perkembangan industri animasi di Indonesia sangat baik. Karena dulu, belajar animasi harus lewat kuliah. Enggak kayak sekarang yang bisa dipelajari sejak SMK.
ADVERTISEMENT
"Di lain sisi, peluang animator di dunia hiburan menurut saya bagus banget. Karena sekarang hampir semua film di bioskop, baik animasi maupun yang menggunakan special effect, lagi dibutuhkan. Film Indonesia sendiri banyak butuh animator," katanya.
animator.jpg
Chris Lie dok Megapro
Pendiri Caravan Studio ini punya pesan khusus buat anak muda yang mau jadi animator. Chris menyarankan, ada baiknya untuk langsung fokus di bidang yang diinginkan.
"Makin ke sini teknologi makin cepat. Kalau belajarnya terlambat akan ketinggalan," ucapnya.
Jangan lupa juga untuk mengasah kemampuan menggambar. Walau sekarang banyak animasi 3D, untuk menggerakkan desain semua tetap berawal dari menggambar.
Terakhir, amati dan lihatlah karya animasi lain, supaya karya kamu bisa berkembang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan