kumparan
15 Mei 2018 19:41 WIB

Spotify Hentikan Promosi Musisi dengan Dugaan Kasus Kekerasan Seksual

Platform streaming musik Spotify. (Foto: Christian Hartmann/Reuters)
Setelah sempat menghentikan promosi milik karya beberapa musisi yang diduga terlibat kasus kekerasan seksual, layanan musik streaming, Spotify, kini didorong sebuah kelompok advokasi perempuan untuk melanjutkan kebijakannya.
ADVERTISEMENT
Dilansir NME, kelompok yang menamai dirinya sebagai UltraViolet tersebut, meminta pihak Spotify untuk turut menghentikan promosi karya milik beberapa musisi lain yang juga diduga terlibat dalam kasus serupa.
Melalui sebuah surat terbuka, Shaunna Thomas selaku direktur dari UltraViolet, menyebutkan beberapa nama musisi kenamaan, di antaranya seperti Chris Brown, Red Hot Chili Peppers, Nelly, serta Eminem.
"Setiap kali sosok orang terkenal diagung-agungkan meski ada dugaan (melakukan tindak) kekerasan, kita telah menunjukkan para korban kekerasan seksual dan rumah tangga bahwa tidak akan ada konsekuensi yang berarti dari melakukan hal tersebut," tulis Thomas.
Sebelumnya, Spotify telah mengumumkan bahwa pihak mereka menghapuskan karya musik dari R.Kelly dan XXXTentacion dari daftar promosinya. Hal itu dilakukan karena kedua rapper asal Amerika Serikat tersebut, mendapat beberapa tuduhan atas tindakan kekerasan seksual.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, hingga berita ini dibuat, Spotify masih belum memberikan tanggapan lebih lanjut terhadap surat terbuka yang diajukan oleh UltraViolet.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan