kumparan
26 Februari 2019 15:24

Studi: Sahabat Kamu Akan Berkurang Setiap 7 Tahun Sekali

Ilustrasi pertemanan baik.
Ilustrasi pertemanan baik. Foto: Thinkstock
Semakin dewasa, tanpa disadari lingkaran pertemanan kamu mulai menyusut. Teman nongkrong enggak lagi sebanyak zaman kuliah. Kamu pun jadi bergaul dengan teman yang itu-itu saja.
ADVERTISEMENT
Sedang galau akibat mengalami fase ini? Kalau iya, kamu enggak perlu khawatir karena hal ini sangat wajar terjadi. Setiap manusia akan melewati masa perubahan ini dalam hidupnya.
Dilansir Psychology Today, lingkaran pergaulan kamu memang akan menyusut (perlahan) seiring bertambahnya usia. Fenomena ini ditemukan lewat 227 studi yang dilakukan terhadap 177,635 pastisipan.
Penyusutan ini mulai terasa di usia 20an dan akan semakin 'parah' saat kamu memasuki usia 30an. Usia kepala tiga merupakan masa di mana kamu biasanya sibuk mengurus keluarga dan mengembangkan karier. Enggak banyak waktu yang tersisa untuk rutin hangout atau sekadar ngumpul bersama teman.
Meski jumlah kenalan atau network kamu bertambah setiap hari, hubungan ini termasuk kategori dangkal alias bukan teman sejati.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan studi yang dilakukan Netherlands Organization for Scientific Research (NWO), manusia akan kehilangan setengah teman baiknya setiap tujuh tahun sekali. Lingkaran pertemanannya akan diisi oleh banyak kenalan baru.
Ilustrasi sahabat.
Ilustrasi sahabat. Foto: Thinkstock
Lantas, bagaimana cara melalui fase perubahan ini dengan hati yang lapang dan bebas stres?
Kuncinya ada pada penerimaan diri. Sadari kalau hidup terus berjalan dan masih banyak pengalaman menarik yang menanti di depan mata. Realistis pula untuk tahu bahwa enggak ada sahabat sempurna yang selalu bisa menyajikan 'paket lengkap' untuk kamu.
"Kita semua pastinya mau punya sahabat baik, tapi hal ini semakin enggak realistis di dunia orang dewasa. Satu teman enggak harus bisa melakukan segalanya. Aku punya banyak teman yang enggak akan jadi tempat curhat saat ada masalah, tapi aku bisa mengajak mereka main paintball untuk senang-senang. Kamu bisa punya satu teman yang seru diajak ngobrol tentang fashion, teman lainnya untuk jogging bareng, dan teman lain yang bisa membantu kamu saat sedang kesulitan. Ini bisa memenuhi kebutuhan emosional kamu dalam banyak level," terang psikolog Janna Koretz dari Azimuth Psychological.
ADVERTISEMENT
Siklus kehilangan teman memang alami, tapi bukan berarti kamu boleh menjadi antisosial dan selalu mengurung diri di rumah, ya. Kamu harus selalu me-maintain hubungan persahabatan dengan teman-teman sekitar.
Kamu enggak boleh keseringan malas saat diajak nongkrong atau sekadar makan siang bersama. Terkadang, memang berat rasanya memaksa diri untuk keluar rumah dan bersosialisasi saat sedang mager-magernya. Namun percayalah, menjaga koneksi dengan sahabat dan teman berefek positif terhadap kesehatan mental kamu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan