kumparan
1 September 2017 7:28

Tak Bisa Dilepas, Pria Ini Harus Gergaji Alat Bekam di Tubuhnya

Ilustrasi Alat Bekam
Ilustrasi alat bekam. (Foto: Pixabay)
Pengobatan tradisional bekam sudah banyak digunakan masyarakat Indonesia. Meski secara ilmiah manfaat dari pengobatan ini masih belum banyak diketahui, namun banyak orang suka menggunakan bekam sebagai pengobatan alternatif.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, beberapa orang yang ketagihan dengan pengobatan ini kurang waspada dengan cara dan metode yang dilakukan. Beberapa bahkan nekat menggunakan alat bekam dan tidak dibantu oleh ahli profesional.
Akibatnya seperti yang dialami pria di Malaysia bernama Hu. Menurut worldofbuzz.com, yang mengutip ifeng.com, Hu meminta sang istri untuk memasangkan kop bekam pada punggungnya. Tapi rupanya sang istri malah memasangnya terlalu kencang hingga tidak bisa dilepaskan.
Alat Bekam di Gergaji
Hu tidak bisa melepaskan alat bekamnya. (Foto: Dok. iFeng)
Panik, sang istri mencoba melepas kop tersebut dengan menggunakan palu dan tang namun tidak berhasil. Ia kemudian membawa sang suami ke klinik terdekat tapi dokter juga tidak bisa berbuat banyak.
Karena isapan kop tersebut cukup kuat, kulit Hu membengkak hingga 5 cm. Kulitnya di sekitar kop itu berubah merah dan melepuh.
Alat Bekam di Gergaji
Alat bekam di gergaji pemadam kebakaran. (Foto: Dok. iFeng)
Karena tidak ada pilihan, mereka pun meminta bantuan kepada pemadam kebakaran. Empat orang pemadam datang dan mengeluarkan gergaji kecil yang terlihat sedikit berkarat.
ADVERTISEMENT
Meski terlihat menakutkan, namun para pemadam kebakaran berhasil mengeluarkan tekanan dari kop tersebut sehingga kop bekam akhirnya bisa dilepaskan.
Alat Bekam di Gergaji
Terlalu kencang, alat bekam sulit dilepas. (Foto: Dok. iFeng)
Hu sendiri mengaku tidak trauma untuk terus melanjutkan pengobatan alternatif ini meski sudah mengalami kejadian cukup menakutkan. Ia hanya mengatakan akan lebih berhati-hati saat menggunakan kop bekam kesayangannya.
Wah, ada-ada saja ya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan