Buzz
·
4 Mei 2021 20:53

Tanda Pertengkaran sama Pacar Hanya Sesaat atau Akhir dari Hubungan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tanda Pertengkaran sama Pacar Hanya Sesaat atau Akhir dari Hubungan (38337)
Ilustrasi pasangan. Foto: Shutterstock
Bertengkar karena berbeda pendapat sama pasangan mungkin menjadi hal yang wajar.
ADVERTISEMENT
Tapi ada beberapa hal yang menandakan pertengkaran tersebut hanya sesaat, atau justru bisa jadi akhir dari hubungan kamu dan dia.
Selengkapnya simak di bawah ini seperti dilansir Her Campus.

Tanda Pertengkaran Hanya Sesaat

Tanda Pertengkaran sama Pacar Hanya Sesaat atau Akhir dari Hubungan (38338)
Ilustrasi pasangan bertengkar Foto: Shutter Stock
1. Saat kamu menjadikan hal kecil menjadi masalah besar, kalian masih bisa saling membicarakan apakah hal tersebut benar-benar sepele, atau sesuatu yang bisa mengancam hubungan.
2. Sebenarnya kamu atau pacar enggak berniat untuk menyakiti satu sama lain. Kalian juga masih mau jujur jika merasa tersakiti dan saling introspeksi.
3. Kalian sama-sama menyesuaikan diri, bukan mencoba mengubah satu sama lain. Menyesuaikan diri memang enggak gampang, tapi itu jauh lebih mudah daripada mencoba untuk mengubah sifat asli seseorang.
ADVERTISEMENT

Tanda Pertengkaran Jadi Akhir dari Hubungan

Tanda Pertengkaran sama Pacar Hanya Sesaat atau Akhir dari Hubungan (38339)
Ilustrasi. Foto: Shutter Stock
1. Kamu bertengkar berkali-kali. Tanya pada diri sendiri kalau pasanganmu enggak pernah berubah, apakah kamu masih ingin berada di hubungan itu? Jika jawabannya iya, berhentilah untuk berdebat dan terima pasangan apa adanya. Tapi, kalau jawabannya enggak, berarti ini waktu yang tepat untuk putus.
2. Kamu ilfeel sama pasangan. Saat pertengkaran tersebut memunculkan sifat asli darinya dan hal itu membuatmu menilainya secara berbeda dan sulit untuk diubah kembali, mungkin sudah waktunya untuk berpisah.
3. Kalian saling ingin mengubah satu sama lain. Hubungan tersebut enggak lagi membuat kamu dan dia berubah menjadi lebih baik, melainkan bisa jadi justru kehilangan jati diri masing-masing. Ingat, kalau satu-satunya alasan berubah adalah hanya untuk menyenangkan pasangan, ini adalah sebuah kesalahan.
ADVERTISEMENT
Laporan: Afifa Inak