kumparan
7 November 2018 14:40

Teater Koma Akan Gelar Pentas Bertajuk ‘Mahabarata: Asmara Raja Dewa'

Pemeran dari Teater Koma untuk pentas 'Mahabarata: Asmara Raja Dewa' (Foto: Image Dynamics)
Teater Koma kembali menggelar pementasan terbarunya bertajuk ‘Mahabarata: Asmara Raja Dewa’ yang akan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki pada 16-25 November 2018. Pada pementasan kali ini, Teater Koma mengangkat kisah kehidupan para dewa dan wayang.
ADVERTISEMENT
Dalam konferensi pers Teater Koma yang digelar di Sanggar Teater Koma, Tangerang Selatan, Rabu (7/11), pentas ‘Mahabarata: Asmara Raja Dewa’ ini juga menjadi pembuka bagi semesta lakon-lakon Mahabarata lainnya.
“Ini lakon lama, kisah lama, tapi masih sangat memikat. Ini lakon para dewa dan kemudiaan lakon penciptaan manusia. Genesis,” kata Nano Riantiarno selaku penulis naskah dan sutradara Teater Koma.
Nano menjelaskan, pentas ini berbeda baginya karena biasanya ia memegang pakem wayang dari Yogyakarta, Surakarta, dan Cirebon. Tapi di ‘Mahabarata: Asmara Raja Dewa’ ini, para lakonnya tidak masuk kepada tiga pakem tersebut.
“Ini lakon yang sumbernya bisa dari mana saja, maka tak heran jika kali ini Tanah Batak, Bugis, Toraja, Bali, bahkan Yunani, Mesopotamia, dan Afrika menjadi sumber yang mampu menciptakan berbagai jenis seni dan daya kreativitas manusia,” lanjut Nano.
Konferensi pers Teater Koma menjelang pentas 'Mahabarata: Asmara Raja Dewa' (Foto: Image Dynamics)
Sementara Ratna Riantiarno selaku Pimpinan Produksi Teater Koma mengatakan sejauh ini penjualan tiketnya sudah habis terjual sebanyak 75 persen. Pementasan ini juga didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, yang berpartisipasi dalam program apresiasi seni pertunjukan Teater Koma.
ADVERTISEMENT
Program tersebut bertujuan untuk mengajak 200 pekerja seni teater, guru, dan mahasiswa di Jakarta untuk menonton pertunjukan hingga mengintip proses di belakang panggung.
Konferensi pers Teater Koma menjelang pentas 'Mahabarata: Asmara Raja Dewa' (Foto: Image Dynamics)
“Dalam pementasan terbarunya kali ini, Teater Koma menghidupkan cerita klasik dewa dan pewayangan yang dikemas secara modern. Teater Koma terus berproses kreatif tiada henti, karya demi karya mengalir sangat produktif,” jelas Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian.
Pementasan ini sendiri bercerita tentang Rajadewa, Batara Guru, dalam menjaga kedamaian Tiga Dunia: Mayapada (dunia atas), Madyapada (dunia gelap), dan Marcapada (dunia bawah) yang selalu diusik oleh penghuni Dunia Gelap. Apakah Batara Guru mampu melindungi Tiga Dunia? Apakah kaum Wayang akan termakan provokasi dan hasutan jahat? Jawabannya bisa kamu temukan di ‘Mahabarata: Asmara Raja Dewa’.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan