Tips Mengirim Email Agar Lamaran Kamu Dilirik HRD
·waktu baca 4 menit

Di era digitalisasi, melamar pekerjaan kini tidak harus dilakukan dengan mendatangi langsung perusahaan yang akan dituju. Cukup menyiapkan curriculum vitae (CV) kemudian mengirimkannya melalui email ke recruiter perusahaan, kita tinggal menunggu panggilan untuk interview.
Namun cara mengirim email pribadi saat akan melamar pekerjaan ke sebuah perusahaan tentu berbeda dengan mengirim email ke teman. Ada etika-etika yang perlu diperhatikan agar email yang kita kirimkan menjadi lebih profesional, sopan, dan sesuai dengan konteks.
Bahkan, cara kita mengirim email juga bisa menjadi salah satu penentu diterima atau tidaknya ke dalam sebuah perusahaan, lho. Mengirim email yang profesional sebenarnya tidak sulit, asal tahu rambu dasar yang harus diperhatikan. Seperti berikut ini:
1. Gunakan alamat email profesional
Kerap tidak disadari oleh pencari kerja, nyatanya alamat email bisa jadi salah satu faktor dilirik tidaknya lamaranmu oleh HRD perusahaan. Menggunakan nama lengkap sebagai alamat email akan terlihat lebih formal sekaligus menunjukkan profesionalisme dan keseriusan kamu melamar pekerjaan.
Jadi bila alamat email kamu masih menggunakan nama samaran atau istilah rumit yang tidak menunjukkan identitas sebenarnya, sebaiknya buat alamat email baru sebelum melamar pekerjaan.
2. Pastikan penulisan subject email jelas
Kesalahan lain yang ternyata kerap dilakukan pelamar adalah tidak menulis subject email sesuai format yang diberikan recruiter, bahkan ada juga yang mengosongkannya. Padahal subject email yang jelas dan to the point akan mempermudah recruiter untuk memilah lamaran sesuai dengan posisinya.
Bila perusahaan tempat kamu melamar tidak menyertakan format subject email yang ditentukan, kamu bisa menuliskannya dengan format posisi yang dituju dan nama lengkap. Misalnya “Lamaran Pekerjaan Content Writer-Gunawan”
3. Jangan kosongkan body email
Setelah mengisi subject, jangan lupa juga mengisi body email. Tidak perlu terlalu panjang, bagian body email ini bisa kamu isi dengan penjelasan singkat tentang maksud mengirim email, posisi yang akan dilamar, dan kontak yang bisa dihubungi.
Di sini, kamu juga bisa sedikit mempromosikan diri dengan menyertakan alasan melamar dan kenapa kamu merupakan kandidat yang layak mendapatkan posisi. Kemudian akhiri email dengan salam dan ucapan terima kasih.
4. Gunakan bahasa formal dan hindari typo
Sebelum mengirimnya, baca ulang email untuk memastikan tidak ada typo atau salah ketik, baik di bagian subject hingga body email. Bila perlu, baca beberapa kali atau minta bantuan orang lain untuk membantu mengecek tulisan kita.
Pastikan menggunakan bahasa formal dan kaidah penulisan yang baik. Selain tentunya lebih sopan, bahasa formal akan menonjolkan kesan profesional dan kesiapanmu untuk bekerja di perusahaan incaran.
5. Perhatikan waktu mengirim email
Kirim email di jam kerja antara pukul 08.00-17.00 waktu setempat. Dilansir Huffpost, waktu terbaik mengirimkan email pekerjaan adalah sebelum pukul 10 pagi waktu setempat.
Dalam analisa dari TalentWorks tersebut, mengirim lamaran kerja di waktu tersebut akan meningkatkan kemungkinan mendapatkan wawancara sebesar 13 persen. Sebaliknya, pukul 19.30 dianggap sebagai waktu terburuk untuk mengirim email lamaran pekerjaan, dan dapat mengurangi peluang panggilan kerja hingga 3 persen.
Setelah membaca tips di atas, apakah kamu semakin yakin atau malah masih bingung dan ragu menulis email lamaran pekerjaan yang tepat? Bila masih ragu, tidak ada salahnya mengasah kemampuan dengan mengikuti kursus online, seperti di Skill Academy, platform pelatihan online dan offline dengan instruktur yang ahli pada bidangnya.
Di Skill Academy, kamu bisa mengikuti banyak kelas untuk mempersiapkan diri menuju dunia kerja profesional, termasuk melatih penulisan email serta skill-skill lain yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Karenanya, platform ini sangat cocok untuk fresh graduate yang sedang mencari pekerjaan.
Skill Academy juga menawarkan ratusan kelas pelatihan secara daring dalam bentuk video belajar untuk berbagai topik, mulai dari hard skill, soft skill, pengembangan diri, dan sebagainya. Kamu bisa belajar kelas business & finance, kelas marketing, public speaking, technology & software, bahkan hingga kelas preparation bagi kamu yang sedang mempersiapkan diri mengikuti ujian TOEFL, IELTS, tes CPNS, dan lain sebagainya.
Dengan pelatihan dari para expert, seluruh kelas di Skill Academy juga dilengkapi sertifikat kelulusan yang akan didapatkan oleh pengguna setelah pelatihan selesai dan materi dapat diakses seumur hidup. Nah, sertifikat ini nantinya bisa digunakan untuk menambah portofolio di CV kamu.
Yuk, asah kemampuanmu menulis email yang baik untuk melamar kerja serta skill lainnya di Skill Academy!
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Ruangguru
