Ubah Limbah Daun Nanas Demi Lingkungan, Siswa SMA Dapat Pendanaan USD 3.000

15 Agustus 2022 19:53
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi perubahan iklim. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perubahan iklim. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Ide dan gagasan anak-anak muda dalam penanganan isu lingkungan begitu dibutuhkan bagi kehidupan berkelanjutan. Seperti aksi nyata yang dilakukan Davina Andari Putri, anggota Tim Covarsi dari SMAN 81 Jakarta.
ADVERTISEMENT
Davina dan kelima rekannya menghadirkan Covarsi, usaha kecil rintisan yang menjual kreasi paket menyulam dan tas jinjing yang terbuat dari serat kain hasil daur ulang limbah daun nanas.
Melalui ide tersebut, Covarsi bertujuan untuk menangani isu masifnya limbah daun nanas di wilayah Desa Cijoged, Subang, sekaligus memberikan dampak ekonomi dengan memberdayakan masyarakat setempat sebagai pengrajin produk mereka.
Gagasan ini dinilai mampu berkontribusi secara efektif terhadap penanganan perubahan iklim sekaligus menerapkan konsep ekonomi berkelanjutan.
Atas gagasan ini, Davina dan rekan-rekannya memperoleh pendanaan sebesar USD 3.000 dan akan mendapat bimbingan intensif selama enam bulan untuk merealisasikan solusi yang diciptakan.
Davina menyampaikan, penghargaan ini memotivasi timnya untuk terus melanjutkan upaya dan bahkan melipatgandakan dampak dari gagasan yang telah dijalankan sejak tahun lalu.
ADVERTISEMENT
"Kami berharap semakin banyak anak muda yang terinspirasi dan berani mewujudkan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan bersama-sama. Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami ini,” jelas Davina.
Tim Covarsi dari SMAN 81 Jakarta meraih pendanaan USD 3.000 terkait gagasan penanganan isu perubahan iklim. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tim Covarsi dari SMAN 81 Jakarta meraih pendanaan USD 3.000 terkait gagasan penanganan isu perubahan iklim. Foto: Dok. Istimewa
Selanjutnya, Tim Covarsi dari SMAN 81 Jakarta akan fokus mempersiapkan diri menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Global Virtual Exchange yang diadakan BASF bersama Junior Achievement Worldwide (induk organisasi Prestasi Junior Indonesia) pada November mendatang.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Mereka akan berhadapan dengan tim dari tujuh negara lainnya, meliputi Uganda, Nigeria, Yunani, Hungaria, Vietnam, Brasil, dan Meksiko. Selama periode program, sukarelawan dari BASF terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan pendampingan untuk berbagi pengalaman dan inspirasi kepada para peserta.
Upaya Davina dan Tim Covarsi dari SMAN 81 Jakarta sepatutnya menjadi contoh bagi generasi muda Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
ADVERTISEMENT
Untuk meningkatkan kesadaran dan memungkinkan partisipasi aktif generasi muda ini, BASF Indonesia (BASF) bermitra dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) mengimplementasikan kompetisi ide bertajuk 'Young Voices for a Sustainable Future–Innovation Challenge for a Just Transition'.
Berlangsung secara daring sejak Mei 2022, sebanyak 323 pelajar dari 35 SMA/SMK dan 3 perguruan tinggi di 20 kota/kabupaten di Indonesia ditantang mengembangkan solusi inovatif yang berpotensi membantu mengatasi beberapa tantangan global saat ini, khususnya terkait perubahan iklim dan transisi yang adil menuju ekonomi dan masyarakat berkelanjutan.
Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid, Mitos atau Fakta? Foto: Dok. Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid, Mitos atau Fakta? Foto: Dok. Freepik
Inisiatif ini merupakan bagian dari proyek keterlibatan masyarakat global BASF, dan diadakan di delapan negara termasuk Indonesia, Uganda, Nigeria, Yunani, Hongaria, Vietnam, Brasil, dan Meksiko dalam kemitraan dengan Junior Achievement, sebuah LSM global.
ADVERTISEMENT
“Satu dari lima orang Indonesia berasal dari generasi muda, berusia antara 15-24 tahun. Melalui kompetisi ini, BASF mendorong generasi muda Indonesia untuk menyuarakan gagasan dan memainkan peran sentral dalam membangun masa depan yang berkelanjutan," ujar Presiden Direktur BASF Indonesia, Agus Ciputra, dikutip dari keterangan resminya, Senin (15/8).
"Dengan memfasilitasi keterlibatan generasi muda dalam mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim, kami percaya ini akan menjadi landasan yang akan memberi mereka kesempatan, sumber daya, dan kepercayaan diri untuk berkontribusi pada komunitas dan dunia yang lebih baik di masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, penasihat akademik dan operasional Prestasi Junior Indonesia, Robert Gardiner, mengapresiasi dukungan BASF. Menurutnya, inisiatif ini merupakan salah satu langkah penting dalam mempersiapkan para pelajar menjadi generasi pemimpin dan pembuat keputusan masa depan yang inovatif dan kreatif sekaligus mengedepankan prinsip keadilan dan keberlanjutan.
ADVERTISEMENT
"Generasi muda harus menjadi bagian, bahkan aktor utama, untuk menciptakan solusi masa depan, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim. Kami berterima kasih kepada BASF atas komitmennya terhadap inisiatif ini dan telah memainkan peran aktif dengan mendengarkan, terlibat dengan para peserta dalam membantu menemukan solusi, dan memberi mereka kesempatan untuk berkontribusi dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” paparnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020