Rumah di Sleman Sudah 113 Kali Terbakar Misterius, BPBD Pasang CCTV
·waktu baca 2 menit

BPBD memasang CCTV di rumah yang berulang kali terbakar secara misterius di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Beberapa ahli mengungkap dugaan penyebab kebakaran, mulai dari gas metana, gas hidrogen, hingga limbah ayam.
"Sebetulnya penjelasannya adalah kita pengin melihat seperti apa asal muasal munculnya api itu," kata Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengungkap alasan pemasangan CCTV tersebut, Selasa (9/6).
Bambang menyebut pihaknya ingin melihat proses terjadinya kebakaran.
"Kemunculan api di beberapa spot itu. Sehingga bisa mendapatkan bagaimana prosesnya," tambahnya.
Rekaman CCTV itu nantinya diharapkan bisa membantu para peneliti untuk menguatkan hasil temuannya.
"Yang kedua, ketika rumah Bu Mutvia yang terdampak ini sering dimasuki orang, kalau ada apa-apa yang hilang atau ada sesuatu yang tidak pas, siapa saja yang masuk bisa termonitor. Termasuk tamu-tamunya siapa saja," katanya.
Ada dua titik yang dipasang CCTV, yakni di ruang tengah dan ruang depan rumah.
113 Kali Kebakaran
Hingga Senin (8/6), tercatat sudah terjadi 113 kali kebakaran di rumah tersebut.
"Sudah 113 kali," kata pemilik rumah, Mutviana, Senin (8/6).
Mutviana mengatakan intensitas kebakaran mulai menurun karena saat ini rumahnya semakin banyak didatangi orang.
"Seperti yang sudah dikatakan bahwa gas oksigen itu rebutan dengan manusia. Kalau manusianya banyak yang datang, berarti intensitasnya turun. Nah, itu kayake (kayaknya) masuk gitu," katanya.
Para peneliti juga masih terus berdatangan ke rumah Mutviana. Termasuk tim dari UGM yang telah mengoperasikan alat georadar.
"Kalau alat kan belum tahu ya hasilnya seperti apa. Kita tunggu dulu hasilnya seperti apa. Tapi kalau hasilnya kan masih tetap harus menunggu, apalagi BRIN juga sudah datang. Mereka menunggu alat yang datang dari Jakarta, masih menunggu beberapa hari lagi," katanya.
Dengan banyaknya peneliti yang terlibat, diharapkan penyebab kebakaran segera diketahui dan solusi atas musibah ini dapat ditemukan.
"Semoga segera selesai, segera bertemu titik masalahnya seperti apa," katanya.
