Luhut Bakal Bahas Family Office di Bali pada Juli 2026
·waktu baca 2 menit

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan kelanjutan dari pengembangan pusat keuangan atau family office di Bali. Menurutnya, pada bulan depan akan ada pertemuan khusus membahas family office.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali ditargetkan bisa menjadi lokasi family office.
“Dan kemudian tadi juga Presiden memberi arahan lagi mengenai International Financial Center, family office yang nanti akan ada pertemuan sekitar bulan Juli di Bali,” kata Luhut usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/6).
Dengan pengembangan pusat keuangan di Bali tersebut, Luhut mengungkapkan bakal ada potensi investasi yang mencapai ratusan miliar dolar AS.
“Dan kita berharap itu ada potensi kira-kira mungkin berapa ratus miliar dolar yang kemungkinan masuk di Indonesia. Ini potensi tentu harus kita jaga dengan tadi berita-berita yang bagus mengenai Indonesia,” ujar Luhut.
Selain itu, Luhut juga membeberkan Prabowo akan berkunjung ke Bali bulan depan. Salah satu tujuannya untuk meninjau proyek percobaan atau pilot project dari GovTech yang juga sudah dilakukan di beberapa provinsi lain.
“Bahwa dengan GovTech ini nanti Presiden akan berkunjung ke Bali melihat untuk provinsi (pilot project) antara 6-7 Juli, tapi sekarang sudah berjalan yang 42 kabupaten/kota untuk ini (GovTech). Dan kemarin di Banyuwangi sudah berjalan dan sangat sukses kita belajar dari model ini. Nanti kalau 42 ini sukses, Oktober tahun ini akan roll out nasional, seluruh 514 kabupaten akan terhubung,” kata Luhut.
Luhut menarget penerapan Digital Single ID lewat GovTech itu dapat dimulai dalam waktu dekat sekitar akhir tahun. Hal itu juga menurutnya akan membuat penyaluran bansos lebih tepat.
“Bansos atau direct cash transfer itu akan targeted. Dan itu akan menghemat angka cukup besar,” ujar Luhut.
Dengan penerapan Digital Single ID, Luhut juga menjelaskan subsidi tak lagi akan bertumpu pada komoditas, melainkan pada individu penerimanya.
“Subsidi akan langsung kepada penerima karena rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya, ada Rp 5,4 juta per orang. Dan ini nanti akan dikelompokan dengan AI,” kata Luhut.
