• 2

Jaksa: Penjelasan Ahok Al-Maidah 51 Bukan soal Pilih Pemimpin Tak Bisa Diverifikasi

Jaksa: Penjelasan Ahok Al-Maidah 51 Bukan soal Pilih Pemimpin Tak Bisa Diverifikasi



Sidang perdana Basuki T Purnama atau Ahok

Cagub DKI Basuki T Purnama (Ahok) menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di PN Jakarta Utara, Jalan Gadjah Mada, Jakpus. Ahok menjadi terdakwa di kasus penodaan agama. (Foto: pool/cnn indonesia/safir makki)
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) punya pemahaman berbeda soal Surat Al-Maidah ayat 51. Menurut Ahok, ayat itu tidak terkait dengan kewajiban memilih pemimpin seiman.
Ahok pada sidang perdana mengutarakan bahwa setelah ditanyakan kepada teman-temannya, ayat itu diturunkan saat adanya orang-orang muslim yang ingin membunuh Nabi Muhammad yang berkoalisi dengan Nasrani dan Yahudi.
Namun keterangan Ahok itu disanggah oleh jaksa penuntut umum Ali Mukartono dalam sidang kedua yang berlangsung hari ini. Menurut Ali, pengakuan Ahok tak bisa diverifikasi.
"Pendapat tentang keberatan itu tak bisa diberikan pendapat karena tak bisa diverifikasi sumbernya, karena hanya berasal dari teman-teman terdakwa," ucap jaksa Ali dalam sidang di PN Jakarta Utara di Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (20/12).
Jaksa mendakwa Ahok dengan pasal penistaan agama karena Surat Al-Maidah 51 menurut jaksa terkait dengan memilih pemimpin yang seiman. Jaksa menerjemahkan Surat Al-Maidah 51 itu berdasarkan terjemahan Kementerian Agama yaitu:
"Wahai orang-orang yag beriman, janganlah kamu mengambil orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu). Sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim," ungkap jaksa pada sidang perdana.

Breaking NewsNewsHukumSidang AhokAhok

500

Baca Lainnya