• 2

KPU Minta Cagub-Cawagub DKI Jujur Laporkan Dana Kampanye yang Diterima

KPU Minta Cagub-Cawagub DKI Jujur Laporkan Dana Kampanye yang Diterima



Jelang Pilkada DKI Jakarta 2017

Pengguna jalan melintasi baliho bergambar tiga pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di kawasan Tugu Tani, Jakarta, Minggu (20/11) (Foto: Antarafoto)
Tim pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta hari ini harus melaporkan sumbangan dana kampanye yang mereka terima. KPU berharap sumbangan yang dilaporkan itu jujur.
"KPU berharap pasangan calon bertindak jujur, dan masyarakat bisa membantu mengawasi. Jika menemukan pelanggaran bisa melaporkan ke Bawaslu atau KPU," ucap Ketua KPU DKI Sumarno di kantornya, Jalan Salemba Raya, Jakarta, Selasa (20/12).
Sumarno mengatakan laporan dana kampanye diterima paling lambat pukul 18.00 WIB. Namun hingga siang ini belum ada satu pun yang melapor, dan belum ada yang konfirmasi akan datang jam berapa.
"Sumbangan dana kampanye akan dibatasi perorangan Rp 75 juta dan kelompok Rp 750 juta. Seandainya ada yang lebih, maka kelebihannya tidak boleh digunakan untuk kampanye, tetapi diserahkan kepada kas negara melalui KPU," paparnya.
KPU DKI sudah menetapkan, dari total dana kampanye yang diterima, hanya Rp 203 miliar yang boleh digunakan untuk kampanye.
"Jika berlebih, sanksinya akan diputuskan oleh Bawaslu beserta bukti-bukti kuat yang menyertai, sebelum pasangan calon dinyatakan batal," ucap Sumarno.

Pilgub Jakarta 2017PolitikNewsJakartaMegapolitan

500

Baca Lainnya