• 1

Melihat Ruang Kendali Pasukan Medsos Ahok-Djarot di Menteng

Melihat Ruang Kendali Pasukan Medsos Ahok-Djarot di Menteng



Ilustrasi Tim Media Sosial

Ilustrasi tim media sosial (Foto: Getty Image)
Dua puluhan pemuda tampak duduk di sebuah ruangan dengan meja melingkar di posko pemenangan Ahok-Djarot, di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat. Tak saling bicara, mereka tampak sibuk memonitor sejumlah media sosial melalui layar komputer.
Ya, mereka adalah tim media sosial Ahok-Djarot yang bertugas melakukan perang udara selama kampanye pilgub DKI. Isu yang dipantau tak jauh-jauh dari serangan pada cagub Ahok dalam beberapa bulan terakhir.
Ada dua tempat yang menjadi markas tim medsos Ahok-Djarot. Pertama, di Rumah Lembang, Jalan Lembang, Menteng. Kedua, di rumah milik pengusaha Mooryati Soedibyo yang terletak di Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng.
Salah satu anggota tim medsos Ahok-Djarot, Hariadhi, mengatakan sebenarnya pasukan medsos ini tidak punya markas permanen.
“Mereka bisa 'perang' dari mana saja,” kata Hariadhi kepada kumparan di Kawasan SCBD, Jakarta, Senin, (19/12).
Tapi dua rumah di kawasan Menteng itu dijadikan semacam markas untuk memperkuat amunisi. “Kita lakukan pertemuan supaya bisa menjangkau tiap simpul,” imbuhnya.

Tim Medsos Ahok Djarot

Tim media sosial calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Ahok Djarot sedang melakukan koordinasi di Rumah Lembang. (Foto: Ananda Wardhiati Teresia)
Sejumlah kegiatan dilakukan di markas tersebut, mulai dari pelatihan internal, konsolidasi, serta koordinasi soal substansi kampanye antar komunitas medsos, seminar, bahkan diskusi dengan Ahok.
Nonton bareng acara debat cagub, juga pernah dilakukan untuk menilik kekuatan dan kelemahan lawan.
Hariadhi menuturkan, sebelum pasukan udara siap berperang, ada semacam pelatihan cara membuat konten atau substansi kampanye. Setelah itu, mereka diajarkan cara menulis materi kampanye yang efektif, misalnya melalui blog atau status di media sosial.
“Lalu mereka disuruh main di Kompasiana atau Kaskus. Jadi ada bahan untuk kita share ramai-ramai,” kata Hariadhi.
Selain diajari menulis, pasukan juga diberi pelatihan soal membuat grafis, visual, tabel. Mereka juga diharuskan membuat kelompok-kelompok kecil lagi.

Satu orang nulis, yang lain menyebarkan.

- Anggota Tim Medsos Ahok-Djarot, Hariadhi


Dalam pelatihan juga dijelaskan soal pembagian tugas di tim medsos seperti influencer, content creator, amplifier, dan buzzer.

Tim Medsos Ahok Djarot

Kegiatan tim media sosial calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Ahok-Djarot di Rumah Lembang. (Foto: Ananda Wardhiati Teresia)
Sekali pelatihan, biasanya dihadiri oleh 100 hingga 200 anggota. Bersamaan dengan pelatihan, urun rembug soal isu yang akan diramaikan di media sosial juga dibahas dalam pertemuan di dua markas itu.
Pasukan akan 'janjian' soal substansi apa yang akan digunakan untuk menangkis isu. Kemudian, mereka akan mengunggah status, tweet, atau gambar di waktu yang bersamaan.
Hariadhi mengatakan Mooryati Soedibyo tidak meminta sewa atas penggunaan rumahnya sebagai markas Ahok-Djarot. Penggunaan Rumah Lembang, kata dia, menjadi urusan tim kampanye.
Soal peralatan tim, gadget yang digunakan adalah milik pribadi. “Paling modal modem, itu juga bisa digunakan ramai-ramai,” terangnya sambil menambahkan tim medsos biasanya hanya keluar biaya untuk makan.

Tim Medsos Ahok Djarot

Tim media sosial calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Ahok Djarot berfoto bersama. (Foto: Ananda Wardhiati Teresia)
Tim medsos yang ada ini hanya cerminan dari beberapa kelompok. Karena jika dihitung, akun media sosial yang berkoordinasi dengan markas di Menteng bisa mencapai puluhan ribu.
“Seperti saya kan komunitasnya Jasmev. Kelompok ini punya sel dan satu orang harus bisa pimpin satu grup,” lanjut Hariadhi.
Seorang leader atau pemimpin harus bisa mengendalikan 100 orang. Dari ratusan, menjadi ribuan, dan akhirnya menjadi puluhan ribu. Seluruh anggota, ujar Hariadhi, tergabung dalam beberapa grup komunikasi.
Beberapa contoh pasukan Ahok-Djarot yang rajin melancarkan cuitan di dunia maya adalah:
@jasmev2017, @hariadhi, @Mongol_Stres, @totosmongi, @BamsBulaksumur4, @deyna7475, @honeyannisa, @ProfetikaEkkles, @baciritaID, @fsenewe, @doroii, , @hari2anwar, @‏ledi_indonesia, @fajar_istan.


NewsAhok - DjarotMedia SosialPolitikPilgub DKI Jakarta 2017

500

Baca Lainnya