• 1

Survei LSI: Popularitas Ahok 100%, Tapi Paling Tidak Disukai

Survei LSI: Popularitas Ahok 100%, Tapi Paling Tidak Disukai



Rilis Hasil Survei LSI terkait Pilgub DKI

Rilis Hasil Survei LSI terkait Pilgub DKI pasca terjerat kasus penodaan agama. (Foto: Amanaturrosyidah/Kumparan)
Tingkat popularitas Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat meningkat setelah minta maaf dalam insiden Al Maidah 51. Menurut Lembaga Survei Indonesia (LSI), popularitas Ahok-Djarot mencapai 100 persen, disusul pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni 98 persen.
“Seperti yang bisa diduga, walaupun popularitasnya tertinggi namun tingkat disukai Ahok lebih rendah (54 persen), dibandingkan Agus dan Anies yang masing-masing 66 persen,” kata Direktur Eksekutif LSI Kuskridho Ambardi di Hotel Century Park, Senayan, Kamis (15/2/2016).
Survei dilakukan pada 3-11 Desember 2016 terhadap 800 responden dengan metode multistage random sampling. Margin of error 3,5 persen. LSI memiliki tim khusus yang melakukan pelacakan ulang terhadap 20 persen total sampel untuk menjaga kualitas data.
Hasil survei juga mencatat bahwa citra sopan Ahok meningkat sebesar 5 persen. Peningkatan terjadi setelah permintaan maafnya dalam kasus dugaan penistaan agama. Sebaliknya, pada bulan Desember, citra Agus dalam memimpin Jakarta turun lima persen. Citra Anies Baswedan mengalami perkembangan yang bervariasi.

86 persen yang tahu Ahok pernah meminta maaf, dan 59 persen menilai permintaan maafnya tulus.

- Direktur Eksekutif LSI Kuskridho Ambardi


Sementara dalam simulasi pemilihan gubernur, dukungan untuk Ahok-Djarot naik sebesar 5,6 persen dibandingkan November. Sementara dukungan untuk Agus-Sylvi turun 3,9 persen dan Anies-Sandi turun 0,6 persen. Kuskridho mengatakan tingkat kesukaan pada Ahok menyebabkan peningkatan elektabilitas.
“Ahok dinilai sudah terbukti hasil kerjanya. Agus tegas dan berwibawa sedangkan Anies pintar dan berpendidikan,” katanya.
Survei itu turut dihadiri perwakilan masing-masing tim sukses, yaitu Imelda Sari (Agus-Sylvi), Indra J Piliang (Anies-Sandi) dan Maruarar Sirait (Ahok-Djarot).

Breaking NewsNewsPolitikJakartaPilgub DKI Jakarta 2017Ahok

500

Baca Lainnya