• 1

Gerindra Tolak Wacana Perpanjangan Masa Kerja Pansus KPK

Gerindra Tolak Wacana Perpanjangan Masa Kerja Pansus KPK


Rapat pertama Pansus KPK

Rapat pertama Pansus KPK (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Partai Gerindra mempertanyakan adanya beberapa usulan dari anggota Pansus Angket KPK yang ingin menambah masa kerja pansus, jelang berakhir pada tanggal 28 September 2018 mendatang.
"Pertanyaannya, kalau diperpanjang untuk apalagi diperpanjang? Apalagi yang ditambah waktunya sehingga Pansus merasa perlu dilakukan penambahan waktu perpanjangan bagi masa kerjanya?" kata Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/9).
Muzani mengatakan partainya sudah bisa menganalisa maksud dan tujuan Pansus ini dibentuk berdasarkan kinerja yang ada. Oleh karena itu, dia menilai apa yang sudah dilakukan pansus angket sudah bisa disimpulkan.
"Kami pun secara sesuatu sudah bisa menyimpulkan apa yang akan dilakukan oleh Pansus, meskipun kalau itu nanti disimpulkan dan kemudian disampaikan di paripurna tentu kami punya pandangan sendiri. Bagi kami Gerindra sudah cukup apa yang dilakukan oleh pansus selama ini, dan semua sudah bisa disimpulkan sebenarnya," jelasnya.
Terkait dengan rekomendasi pansus yang akan dikeluarkan nanti, Muzani menegaskan Gerindra akan melakukan penolakan jika hasilnya mengarah pada pelemahan KPK. Termasuk dengan revisi UU KPK.
"Jika rekomendasi mengarah pasa upaya pelemahan KPK, pasti Gerindra akan menolak. Ujungnya revisi pun sejak awal kami tidak setuju. Sehingga kalau ujungnya revisi terhadap UU KPK kami menolak," pungkasnya.
Sebelumnya, usulan untuk penambahan masa kerja pansus angket KPK disuarakan oleh wakil ketua pansus angket KPK Taufiqulhadi. Dia mengatakan akan meminta kepada para anggota pansus lainnya untuk bisa diperpanjang.
"Tanggal 28 akan berakhir, tapi karena ada beberapa hal kami anggap bahwa penting, maka kami pimpinan kemungkinan akan meminta seluruh anggota untuk bersedia diperpanjang masa kerja pansus," katanya di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Kamis (14/9).

NewsPolitikGerindraPansus Angket KPKDPR

500

Baca Lainnya