Kumparan Logo

Pemerintah Beri Subsidi Kedelai Rp 2.000 per Kg

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja mengolah kedelai menjadi tahu di pabrik tahu kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja mengolah kedelai menjadi tahu di pabrik tahu kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan bahwa pemerintah memberi subsidi untuk komoditas kedelai. Nantinya, komoditas itu akan disubsidi Rp 2.000 per kilogramnya.

Adapun langkah tersebut dilakukan karena komoditas kedelai hampir seluruhnya masih bergantung pada impor.

“Kami sudah memutuskan rapat di sini, kedelai yang hampir seratus persen impor itu kita putuskan disubsidi Rp 2.000 per kg. Pemerintah menyediakan untuk 250 ribu ton pertama melalui Bulog,” kata Zulhas usai Rapat Koordinasi Terbatas Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Jakarta, Selasa (9/6) dikutip dari Antara.

Lebih lanjut, Zulhas menuturkan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai respons pelemahan nilai tukar rupiah. Karena kedelai masih bergantung pada impor, melemahnya rupiah memang berpotensi mempengaruhi harga kedelai di dalam negeri.

Dengan kebijakan itu, Zulhas berharap fluktuasi harga kedelai tak memberatkan pelaku usaha utamanya tahu dan tempe serta masyarakat. Kebijakan itu juga sudah telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Terkait anggaran yang dikucurkan untuk subsidi tersebut, Zulhas menjelaskan anggarannya mencapai Rp 500 miliar pada tahap pertama. Nantinya ia juga akan akan menyurati Kementerian Keuangan untuk proses teknis implementasi kebijakan tersebut.

“Kedelai untuk 250 ribu ton pertama, ya. Kalau Rp 2.000 per kg, berarti (total anggaran subsidi sekitar) Rp 500 miliar,” ujarnya.

instagram embed

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan teknis kebijakannya masih akan didiskusikan lebih lanjut. Diskusi juga melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan asosiasi pengusaha kedelai.

Meski demikian, nantinya subsidi tersebut menurutnya akan diarahkan kepada perajin tahu dan tempe. “Jadi tidak dijual di pasar, tapi dijual langsung ke perajinnya supaya harganya jadi lebih rendah,” kata Rizal.

Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, Harga Acuan Penjualan (HAP) kedelai lokal di tingkat konsumen atau perajin tahu-tempe ditetapkan maksimal Rp 11.400 per kg, sedangkan HAP kedelai impor maksimal Rp 12.000 per kg.