• 4

Ditemukan Fosil Dinosaurus Jenis Baru Seukuran Kalkun

Ditemukan Fosil Dinosaurus Jenis Baru Seukuran Kalkun


Ilustrasi dinosaurus.

Ilustrasi dinosaurus. (Foto: Pixabay)
Para peneliti di Australia berhasil menemukan sebuah fosil dari suatu dinosaurus baru. Mereka menemukan fosil dari dinosaurus berkaki dua, berukuran seperti kalkun, dan herbivora di sisi sungai kuno di sebelah tenggara Australia.
Dilansir Reuters, pada Kamis (11/1), para ahli paleontologi menjelaskan sebagian kerangka dari spesies herbivora bernama Diluvicursor pickeringi itu dapat memberikan pemahaman baru atas jenis dinosaurus yang hidup di Australia pada zaman kapur (Cretaceous period).
"Kerangka dinosaurus dari Australia sangat langka," kata Matthew Herne, ahli paleontologi dari University of Queensland.
Ia juga menambahkan bahwa Diluvicursor menjadi dinosaurus ke-19 dari Australia yang telah dinamai hingga sekarang.
Fosil Diluvicursor itu ditemukan di antara bangkai batang pohon yang tersapu banjir. Lokasi ditemukannya fosil ini berada di pantai selatan dari negara bagian Victoria, sekitar 170 kilometer dari kota Melbourne.
Dari fosil yang ditemukan, diketahui Diluvicursor memiliki tinggi sekitar 2,3 meter. "Tingginya dapat dibandingkan dengan kalkun, tetapi tentu saja lebih panjang di bagian ekornya," tambah Herne. Ia juga menambahkan fosil yang ditemukan ada bagian ekor yang lengkap, bagian bawah sebelah kanan, dan juga sebagian kaki kanan.
Dinosaurus mungil ini hidup pada waktu yang sama dengan dinosaurus pemakan daging setinggi enam meter, dinosaurus yang kulitnya dilapisi pelindung, kura-kura, mamalia seukuran tikus, dan juga reptil terbang bernama pterosaurus.
Dari penjelasan Herne, Diluvicursor termasuk dalam bagian grup dinosaurus bernama ornithopod yang mirip dengan dinosaurus bernama Leaellynasaura yang hidup pada masa yang sama dan fosilnya ditemukan tak jauh dari Diluvicursor.
Kemungkinan besar dua dinosaurus ini berada pada lingkup ekologi yang berbeda dan memakan tumbuhan yang berbeda. Leaellynasaura memiliki berat yang lebih ringan dengan ekor yang lebih panjang dan mungkin merupakan pelari tangguh.
"Analoginya dapat dilihat dalam perbedaan antara kanguru dan walabi di Australia saat ini yang hidup pada lingkup ekologi berbeda, dari dataran terbuka ke hutan lebat," ujar Herne.

SainsPenemuanFosilDinosaurus

500

Baca Lainnya




}