Buzz
·
28 Juli 2021 20:54
·
waktu baca 2 menit

Kos-kosan Sebagai Tempat Belajar Ilmu Kehidupan

Konten ini diproduksi oleh Muhammad Haryo Pambudi
Kos-kosan Sebagai Tempat Belajar Ilmu Kehidupan (1074842)
searchPerbesar
Sumber gambar : pixabay.com
Halo para sobat kumparan, pada kesempatan ini saya ingin menceritakan pengalaman pertama ngekos. Cerita ini bermula ketika saya sedang mempersiapkan mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Satu hari sebelum pelaksanaan SBMPTN, saya sudah mendapatkan informasi mengenai kos yang akan saya tempati, yaitu di sekitar Universitas Negeri Semarang. Saya memilih kos tersebut karena memang dekat dengan lokasi tes saya yaitu di Lab Lptk Lantai 2A Universitas Negeri Semarang.
ADVERTISEMENT
Sekitar jam 8 saya mulai berangkat dari rumah menuju kos-kosan, di awal perjalanan tidak ada hambatan dan permasalahan alias masih lancar-lancar saja, ketika saya mencapai daerah sekitar tugu muda, Kota Semarang, saya diberhentikan oleh polisi, sayang sekali saat itu padahal sudah sebentar lagi sampai.
Saat itu saya diberhentikan karena membawa motor sambil bermain hp dan melanggar lalu lintas, kebetulan saat itu saya sedang mengecek google maps untuk mengikuti arah dan tidak sadar bahwa saya sudah melanggar rambu-rambu lalu lintas.
Saya pun dibawa ke pos polisi terdekat untuk dimintai keterangan, saya menjelaskan kepada polisi bahwa saya sedang melakukan perjalanan menuju kos-kosan untuk persiapan mengikuti seleksi SBMPTN besok. Setelah beberapa saat, akhirnya pun saya diperbolehkan kembali melanjutkan perjalanan.
ADVERTISEMENT
Hal itu merupakan pengalaman pertama saya diberhentikan oleh polisi. Semenjak kejadian tersebut, saya mengambil pelajaran untuk tidak bermain hp walaupun hanya untuk mengecek google maps saat berkendara.
Akhirnya saya memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju kos-kosan. Sesampainya di tempat tujuan, saya langsung istirahat untuk melepaskan semua lelah.
Setelah bangun tidur, saya mencari makanan untuk berbuka puasa karena saat itu sedang bulan ramadhan. Saya pergi menyusuri daerah kos-kosan yang masih dalam lingkungan sekitar Universitas Negeri Semarang sambil mencari makanan yang akan saya santap saat berbuka puasa. Semua makanan yang ada di pinggir jalan sangat menarik perhatian dan mengunggah selera, karena beberapa pertimbangan, saya akhirnya memilih nasi padang karena porsinya yang banyak dan harganya hemat.
ADVERTISEMENT
Tidak terasa sebentar lagi waktu berbuka puasa akan tiba, saya kembali beranjak menuju tempat kos-kosan. Karena perkiraan waktu yang tepat, saat sampai di kos, azan maghrib telah berkumandang. Saya langsung menyantap nasi padang dan air putih, rasanya sangat nikmat sekali setelah melewati berbagai cobaan hari ini.
Selama di kos-kosan, saya banyak mendapatkan pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik. Saya melihat banyak anak kos-kosan yang rajin dan hidup mandiri, hal tersebut membuat saya semakin termotivasi untuk hidup lebih baik lagi. Ternyata kehidupan kos-kosan itu membuat diri saya menjadi lebih dewasa, baik dalam berpikir maupun bertindak
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white